Senin, 18 Februari 2019


Cegah Kutu Kebul pada Tembakau

18 Jan 2019, 18:41 WIBEditor : Gesha

Kutu Kebul pada tembakau harus diwaspadai agar petani tidak merugi | Sumber Foto:ISTIMEWA

Kutu kebul juga merupakan vektor penyebaran penyakit mosaik tembakau Tabacco Leaf Curl Virus (TLCV), di mana daunnya menjadi keriting (menggulung). Biasanya kalau sudah terkena akan sulit untuk ditangani karena penularannya sangat cepat.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Rembang ---Tanaman tembakau jika tidak dipelihara dengan benar bisa timbul hama putih yang biasa ada di daun. Daripada mengobati, sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kutu kebul ini.

 

Di daerah Rembang dan Kudus (Jawa Tengah), banyak ditemui perkebunan tembakau karena di Kudus terdapat salah satu pabrik pembuatan rokok terbesar di Indonesia. Begitu juga di Jawa Timur, banyak ditemui perkebunan tembakau. Bahkan kebanyakan perkebunan tersebut sudah bermitra bersama si pabrik rokok.

Walaupun sudah bermitra, tetap saja hama dan penyakit dapat menyerang tanaman tembakau. Yang paling sering menyerang adalah hama kutu kebul atau biasa disebut hama ‘ker-ker’. Kutu kebul (Bemisia tabacci) ini menyerang daun tembakau dengan cara menghisap cairan pada daun tembakau yang pada akhirnya daun menjadi rusak, pertumbuhan tanaman terganggu dan tanaman menjadi kerdil.

Kutu kebul juga merupakan vektor penyebaran penyakit mosaik tembakau Tabacco Leaf Curl Virus (TLCV), di mana daunnya menjadi keriting (menggulung).

Biasanya kalau sudah terkena akan sulit untuk ditangani karena penularannya sangat cepat. Dapat menghilangkan hasil 20-100 persen. Jadi tindakan preventif (pencegahan) adalah yang paling pas untuk menanganinya.

Penyuluh pertanian BP3K Krejengan Kabupaten Probolinggo, Diah Permatasari menuturkan upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit TLCV yang harus dibasmi adalah hama kutu kebulnya dahulu.

“Caranya dengan menjaga sanitasi, rajin membersihkan gulma, menanam tanaman non inang dan penyemprotan,” katanya.

Kebersihan kebun perlu dijaga, terutama dari gulma. Gulma yang berada di areal pertanaman tembakau, sebaiknya segera dicabut atau disemprot dengan menggunakan herbisida.

Mengapa? apabila di sekitar tanaman banyak terdapat gulma yang merupakan tanaman inang bagi kutu kebul, tentu kutu kebul dapat dengan mudah bermigrasi ke tanaman yang ada di sampingnya (tembakau).

Tidak hanya menjaga sanitasi, menanam jagung di sekitaran pertanaman tembakau mampu mengendalikan hama kutu kebul karena dapat mengganggu migrasinya hama kutu kebul ke tanaman tembakau.

Begitu juga menanam tanaman refugia yang mampu mengundang musuh alami bagi hama kutu kebul.

Untuk penyemprotan yang paling efektif menggunakan insektisida berbahan aktif klorpirifos yang dicampur dengan sabun/deterjen, zat perangsang tumbuh (berupa giberelin, sitokinin, dan tanaman refugia). Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada sore hari. Semua bahan dicampurkan lalu disemprotkan pada tanaman tembakau. Diusahakan mengenai daun bagian bawah dan harus rutin dilakukan.

Membasmi kutu kebul dengan menggunakan pestisida merupakan alternatif yang terakhir.

Memang menggunakan pestisida efeknya cepat dalam membasmi, tetapi tetap harus sesuai dosis, waktu dan jenisnya.

Apabila menggunakannya dengan tidak bijak, kutu kebul malah bisa menjadi kebal terhadap pengaplikasian pestisida.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018