Rabu, 22 Mei 2019


Kebun Sagu Papua Milik Rakyat Perlu Bantuan Alat Pengolah

18 Peb 2019, 06:34 WIBEditor : Ahmad Soim

Kebun Sagu di Jayapura yang berasal dari hutan yang dijarangkan | Sumber Foto:Ahmad Soim

Saya berharap kita bersinergi mengawal animo masyarakat untuk kemajuan, diantaranya melestarikan sagu yang ada dan melakukan budidaya. Termasuk mengadakan alat pengolahan sagu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jayapura – Pemerintah Daerah Jayapura mengembangkan perkebunan sagu dan pengolahannya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa Papua.

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Jayapura Louis Nauw mengatakan hutan sagu yang masih ada dijarangkan dengan memindahkan anakan pohon sagu sehingga ada jarak antara pohon. “Dengan penjarangan ini, maka sinar matahari bisa meningkatkan asimilasi dan hasil sagu tanaman,” tambah Louis Nauw  di Unit Pengelolaan Hasil Sagu Kelompok Tani Haley Kampung Yobeh Distrik Sentani, Jayapura.

 

Anggota Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di unit pengolahan sagu ini, Sulaeman Hamzah legislator Dapil  Papua mengapresiasi spirit masyarakat papau untuk berubah dengan mengembangkan kebun sagu dan pengolahannya.

 

“Saya berharap kita bersinergi mengawal animo masyarakat untuk kemajuan, diantaranya melestarikan sagu yang ada dan melakukan budidaya. Termasuk mengadakan alat pengolahan sagu. Rekayasa seperti ini yang kita harapkan,” tambah Sulaeman Hamzah dalam Kunjungan Tim Komisi IV DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michel Wattimena.

 Limbah Pengolahan Sagu

Michel Wattimena  akan memastikan untuk bersinergi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian dalam penyediaan mesin pengolah sagu yang sesuai dengan kebutuhan.

 

 “Mesin rekayasa yang dikembangkan oleh Made Budi dibutuhkan masyarakat. Karena bantuan yang lama tidak bisa digunakan, tidak cocok karena terlampau kecil dan bukan untuk pengolahan sagu. Kami sama-sama bersinergi. Saya sebagai wakil rakyat dari Papua dengan Ditjen Perkebunan,kami sama-sama mengawal kepentingan masyarakat,” tambah Sulaeman di Distrik Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (15/2/2019).

 

Salah satu peneliti Universitas Cendrawasih Jayapura I Made Budi telah menciptakan mesin pengelolaan sagu guna memudahkan masyarakat Papua mengelola sagu. Pembuatan mesin itu sudah dilakukan sejak lima tahun lalu dan dijual kepada masyarakat lokal. Menurutnya, masyarakat yang membeli produknya mengaku mesin pengelolaan yang diciptakannya dapat diterima dan sangat cocok digunakan mengelola sagu.

 Produk Tepung Sagu

  Dengan alat seharga Rp 250 juta tersebut, petani sagu bisa mengolah pohonnya dengan hasil akhir tepung sagu kering. “Ampas sagunya bisa digunakan untuk pakan ikan,” kata  Ketua Kelompok Tani Unit Pengelolaan Hasil Sagu Kelompok Tani Haley Ronald Sokoy.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018