Monday, 16 March 2026


Begini Cara Kementan Kembalikan Kejayaan Pala di Sukabumi

22 Feb 2019, 15:58 WIBEditor : Gesha

Bibit Pala yang diberikan kepada petani pala di Sukabumi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Guna mengembalikan kejayaan rempah, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan terus mengupayakan beragam hal di sentra perkebunan. Salah satunya adalah buah pala yang sempat berjaya di Sukabumi.

Sejak dahulu Jawa Barat merupakan daerah pengembangan tanaman pala. Daerah sentra tanaman pala di Jawa Barat terdapat di 4 Kabupaten, yaitu Sukabumi, Bogor, Kuningan dan Cianjur. 

Bahkan pabrik minyak atsiri pala yang dikenal dengan istilah penyuling minyak pala biasa tersebar di Sukabumi dan Bogor yakni sekitar 10 - 14 pabrik rakyat, terbanyak dibanding sentra pala lainnya di Indonesia.

Sayangnya, pertanaman pala  Sukabumi saat itu terkendala dengan varietas unggul yang sangat terbatas. Padahal, pengembangan pala  Sukabumi sebagai bahan baku minyak atsiri pala sangat menguntungkan.

Di tahun 2018 hingga sekarang Kementerian Pertanian terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan rempah, tak terkecuali tanaman pala di Sukabumi. 

Karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan bibit pala sebanyak 18 ribu batang kepada sejumlah kelompok tani Sukabumi. Bibit pala tersebut bisa dikembangkan petani Sukabumi di lahan seluas 150 ha.

Selain pala, Kementan juga memberikan bantuan bibit kelapa dalam sebanyak 24 ribu batang kepada sejumlah kelompok tani Sukabumi.

Bantuan dua komoditas perkebunan ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Menteri Amran kepada sejumlah kelompok tani Sukabumi dalam acara apresiasi Kementan terhadap kinerja ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2).

“Sektor pertanian tidak hanya mencakup komoditas padi dan jagung. Akan tetapi sektor pertanian mencapai 460 komoditas.  Karena itu kita dorong komoditas pertanian lainnya seperti rempah,  kelapa dan komoditas lainnya. Setelelah manggis, jagung dan padi tak lama lagi kita  ekspor kelapa dalam,”  papar Amran.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan,  Dudi Gunadi mengatakan untuk mempercepat terwujudnya keinginan pemerintah mengembalikan kejayaan rempah di tanah air, Kementan bersama petani sudah mengembangkan sejumlah komoditas rempah sesuai dengan potensi kawasan yang telah ditetapkan pemerintah,  diantaranya di Sukabumi.

“Selain Cianjur dan Bogor, daerah Sukabumi ini merupakan salah satu sentra pala,” ujar Dudi Gunadi.

Pengembangan rempah yang dilakukan Ditjenbun Kementan dilakukan dengan berbagai strategi, seperti peremajaan, rehabilitasi, perluasan lahan dan intensifikasi tanaman rempah.

Karena itu, bantuan bibit rempah yang dilakukan Kementan nantinya bisa dimanfaatkan kelompok tani untuk meremajakan tanaman pala yang sudah tua, merehabilitasi tanaman dan bisa juga dimanfaatkan untuk perluasan kebun.

Dudi juga mengatakan, dengan bantuan bibit pala yang baik  petani Sukabumi ke depan bisa meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut.

“Bantuan bibit pala yang diberikan kepada petani dimaksudkan juga supaya daerah Sukabumi bisa mengembalikan kejayaan rempah. Sehingga menjadikan Indonesia ke depan sebagai negara penghasil rempah terbesar dunia,” kata Dudi.

Di Sukabumi, banyak kebun rempah (seperti pala, red) yang sudah  tua. Sehingga, dengan adanya bantuan bibit pala, petani bisa meremajakan kebunnya. Dengan bibit yang berkualitas, petani pala juga bisa merehabilitasi dan melakukan perluasan kebunnya. “Bantuan bibit pala yang diberikan langsung ke kelompok tani akan banyak manfaatnya,” ujar Dudi.

Salah satu petani pala Sukabumi, Akhmad mengatakan dirinya sangat berterima kasih menerima bantuan bibit pala langsung dari Menteri Pertanian. 

“Kami mewakili Kelompok Tani Pinang Gading, Kecamatan Cikidang, Kab, Sukabumi merasa senang menerima bantuan bibit pala. Dengan bibit pala ini kami bisa lebih leluasa untuk mengembangkan kebun pala yang kami miliki,” kata Akhmad.

Akhamd juga mengakui, menerima bibit pala sebanyak 1.000 batang.  Dia juga berharap, dengan bibit pala tersebut, produksi pala yang dikembangkan di kebunnya nanti bisa meningkat.

“ Kami bertani pala sudah cukup lama. Selama ini kami bisa panen pala setahun 3 kali,” kata Akhmad. 

Reporter : Indarto
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018