Sabtu, 25 Mei 2019


Hore ! Harga Karet Merangkak Naik

10 Mar 2019, 18:54 WIBEditor : Gesha

Harga karet yang sudah membaik diharapkan bisa mendongkrak semangat petani karet | Sumber Foto:INDARTO

Setelah ada kesepakatan antar produsen karet dalam mengendalikan suplai karet di pasar, diharapkan bisa mendongkrak harga karet rakyat

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang— Harga karet petani kurun dua minggu terakhir sudah mulai naik. Sejumlah petani di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengatakan kalau harga karet kurun dua minggu terakhir sudah naik sebesar Rp 8.000-Rp 9.000/kg, dari sebelumnya dengan kisaran harga Rp 5.000-Rp 6.000/kg. Sejumlah petani di Sembawa juga berharap, harga karet ke depan lebih baik lagi.

Naiknya harga karet petani kurun dua minggu terakhir memang tak lepas dari tangan pemerintah. Menurut Presiden Joko Widodo, untuk mengatasi anjloknya harga karet petani, pemerintah sudah bernegosiasi dengan negara produsen karet seperti Thailand dan Malaysia agar mengendalikan pasokan karet di pasar dunia.

“Pemerintah sudah mengirim tim Menko Perekonomian ke Thailand dan Malaysia  dan mengajak negara produsen karet tersebut membuat kebijakan yang sama agar mengendalikan suplai karet di pasar,”  kata Joko Widodo, saat silaturahim dengan petani karet Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumsel, Sabtu (9/3).

Setelah ada kesepakatan antar produsen karet  dalam mengendalikan suplai karet di pasar, diharapkan bisa mendongkrak harga karet rakyat. “Melalui kebijakan tersebut kurun dua minggu terakhir sudah mulai kelihatan ada kenaikan harga karet di tingkat petani. Sebab, ketika barang berkurang harga akan naik,” jelas Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan, turunnya harga karet juga dipengaruhi oleh lesunya perekonomian dunia saat ini. Lantaran ekonomi dunia masih kurang baik, Presiden juga meminta agar permintaan karet di dalam negeri ditingkatkan.

Skenario untuk mendongkrak harga karet rakyat lainnya yang dilakukan Jokowi adalah menerapkan hilirisasi karet rakyat dan mengembangkan industrialisasi berbahan baku karet. “ Kita itu sudah berpuluh tahun kirim (ekspor,red) bahan mentah. Agar permintaan dalam negeri meningkat, kita akan lakukan hilirisasi, supaya komoditas karet bisa diolah menjadi ban, sarung tangan dan sebagainya,” kata Jokowi.

Guna mempercepat hilirisasi karet, Presiden pun memerintahkan kepada Menteri BUMN, Menteri Perindustrian,  dan perusahaan swasta untuk mencarikan partner bagi petani. “Kami juga mendorong investasi di industry karet,” ujarnya.

Jokowi juga menegaskan, pemerintah jangan tergantung ekspor karet ke Jepang, Singapura dan China. “ Karet yang diproduksi petani kita gunakan sendiri supaya suplai karet dunia berkurang. Dengan begitu, harga karet akan naik. Kami juga minta Menteri Perindustrian jangan kirim barang mentah ke luar negeri. Kita bikin pabrik sendiri,” papar Jokowi

 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018