Rabu, 22 Mei 2019


Biar Produktif, Peremajaan Karet Ditargetkan 50 Ribu hektar/tahun

11 Mar 2019, 12:12 WIBEditor : Gesha

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menargetkan replanting akan dilakukan 50 hektar per tahun | Sumber Foto:INDARTO

Proses replanting ini akan melibatkan sejumlah pihak, diantaranya industri pengolahan kayu. Hal ini dimaksudkan, ketika petani menebang pohon karet yang sudah tua, maka pohon tersebut dapat dimanfaatkan oleh industri pengolah kayu.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang-- Komoditas karet rakyat tak hanya dihadapkan pada persoalan anjloknya harga karet yang terjadi belakangan ini. Banyaknya tanaman karet yang sudah tua juga menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang akan  dituntaskan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan pada tahun ini dengan  cara meremajakan tanaman tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengungkapkan ada potensi replanting (peremajaan) karet seluas 700 ribu ha. Sesuai rencana, Ditjenbun akan melakukan replanting dengan target seluas 50 ribu ha/tahun.

“Dalam kesepakatan dengan negara produsen karet (Malaysia dan Thailand)  secara jangka panjang juga diatur tentang replanting,” kata Kasdi, usai menghadiri silaturahim Presiden RI dengan petani karet di Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang.

Menurut Kasdi, Thailand akan melakukan replanting seluas 65 ribu ha/tahun, Malaysia seluas 25 ribu ha/tahun dan Indonesia punya potensi 700 ribu ha tanaman karet yang saat ini umurnya sudah 20-25 tahun. “Dari potensi tanaman karet yang sudah tua itu, akan kami remajakan 50 ribu ha/tahun,” ujarnya.

Proses replanting ini akan melibatkan sejumlah pihak, diantaranya industri pengolahan kayu. Hal ini dimaksudkan, ketika petani menebang pohon karet yang sudah tua, maka pohon tersebut dapat dimanfaatkan oleh industri pengolah kayu. “Selanjutnya, petani mulai menanam bibit karet di lahannya,” ujarnya.

Kasdi juga menjelaskan, pada saat peremajaan, Ditjenbun Kementan akan mengarahkan petani untuk tanam karet sebanyak 60 persen dari luas lahan. Sedangkan sisanya bisa ditanami kopi, sayuran, jagung,  dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

“Adanya tanaman lain ini, kami maksudkan , ketika menunggu tanaman karet berproduksi (3,5-4) tahun, petani sudah mendapatkan hasil dari tanaman lain yang ditanam di kebunnya,” jelas Kasdi.

Kasdi mengungkapkan, replanting sudah berjalan sejak empat tahun lalu. Diharapkan, replanting kebun karet petani pada tahun ini bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan. “Karena replanting terhadap tanaman karet yang sudah tua sangat penting untuk peningkatan produksi dan produktivitas petani karet,” papar Kasdi.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018