Senin, 26 Agustus 2019


Dengan Bibit Unggul, Bantu Ciamis Jadi Produsen Kelapa Wahid

22 Mar 2019, 12:12 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara simbolis memulai pemberian bibit unggul khususnya kelapa bagi masyarakat tani Ciamis | Sumber Foto:FAJAR

Dengan bantuan 6000 bibit kelapa unggul, Kabupaten Ciamis bisa menjadi produsen kelapa terbaik bahkan pengekspor dari Indonesia

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ciamis --- Melengkapi kunjungan kerjanya di Jawa Barat, Menteri Pertanian datang ke Kabupaten Ciamis membagikan ribuan bibit kelapa untuk petani.

"Kelapa bagi Kabupaten Ciamis ada sejarahnya. Sejak tahun 1886, Bupati sangat concern dengan kelapa. Setiap yang menikah, lahir bahkan sekolah harus tanam kelapa. Inilah yang kemudian menggemanya Kabupaten Ciamis jadi Kabupaten Kelapa," beber Bupati Ciamis, Iin Syam Arifin saat menerima Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di Lapangan Imbangan, Ciamis, Jumat (22/3).

Saking melimpahnya, pabrik minyak kelapa juga dibangun disana. "Kita tindak lanjuti di masa sekarang dengan Gema Balakka Gerakan Masyarakat Babarengan Melak Kalapa. Dan sekarang ada bantuan dari Kementan, sangat nyambung dengan program kami," bebernya.

Di tahun 2018, Bupati IIn menargetkan 1 juta pohon tetapi baru teralisasi 600 pohon. Setiap tahunnya puluhan ribu dibagikan ke masyarakat. "Sekarang dibagikan 6000 bibit, Insya Allah semakin bermanfaat," tukasnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan pihaknya membangun berdasarkan keunggulan komparatifnya, sesuai kultur, budaya. "Disini cocoknya kelapa," tuturnya.

Menurut Menteri Amran, Kelapa Indonesia nomor 1 dunia. "Ekspor kita (kelapa) mencapai 1,8 juta ton. Dan ini tertinggi di dunia," tuturnya.

Namun Menteri Amran belum puas karena Filipina bisa mencapai produksi 4 juta ton. "Kita tingkatkan minimal (produksinya) 2 ton per tahun," tukasnya.

Lebih lanjut Menteri Amran menurutkan Ciamis menjadi bagian program Kementan untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah dan tanaman perkebunan termasuk kelapa. "Karenanya kita berikan itu bibit kelapa unggul,"  tukasnya.

Distribusi Kelapa Unggul

Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyono menuturkan pihaknya mendistribusikan bibit kelapa unggul untuk menggantikan tanaman kelapa di beberapa daerah yang sudah tidak produktif. 

"Pembibitan dipusatkan pada daerah pengembangan yaitu daerah yang bisa perluasan, membentuk kawasan baru, peremajaan dan bisa dilakukan rehabilitasi," tutur Kasdi.

Sehingga, di setiap daerah sentra akan dibangun kebun bibit Indonesia (KBI) termasuk untuk kelapa. "Kita bangun entrance-entance baru itu, kemudian KBD yaitu Kebun Bibit Desa atau Kebun Bibit Dasar, kemudian link dengan penangkar-penangkar lokal," bebernya.

Adapun varietas unggul kelapa mendukung program perbenihan adalah Varietas Kelapa  Unggul Nasional, Varietas Kelapa Unggul Lokal, dan Blok Penghasil Tinggi (BPT) / Pohon Induk Terpilih (PIT) untuk kelapa lokal.

Secara keseluruhan, penyediaan benih/bibit unggul untuk perkebunan, Ditjenbun melakukan program Benih Unggul Nasional 500 (BUN 500). 

"Itu (Program) 500 juta batang selama 6 tahun. Itu artinya dari yang eksisten saat ini kami melipatgandakan 3 kali lipat karena rata-rata saat ini kita baru mampu menyediakan benih sekitar 30 juta batang untuk semua komoditas seperti kopi, kakao, karet, sawit, tebu, cengkeh, sama lada,” jelas Kasdi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018