Rabu, 24 Juli 2019


Kopi Subang Bakal Go Internasional

28 Mar 2019, 07:34 WIBEditor : Gesha

Dengan bibit unggul, kopi dari Subang bisa Go Internasional | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

setelah diberi bantuan bibit unggul nantinya produktivitasnya bisa meningkat 3,5-4 ton/ha. "Sehingga produktivitas kopi yang ditanam petani bisa meningkat 300-400 persen," ujar Amran.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar) tak hanya dikenal dengan tanaman pangan dan hortikulturanya. Kabupaten Subang juga terkenal dengan komoditas kopi  Cipunagara yang punya aroma khas dan rasanya manis. 

Kopi khas Subang ini siap ekspor ke Jepang pada Juli 2019 mendatang. Kopi yang ditanam petani Subang di atas ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut ini diyakini bakal jadi ikon komoditas perkebunan Subang.

"Selain tanaman pangan dan hortikultura kami juga punya komoditas unggulan dari perkebunan berupa kopi Cipunagara," papar Bupati Subang, H.Ruhimat, saat acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Alun Alun Kabupaten Subang, Jabar.

Menurut Ruhimat, kopi khas Cipunagara ini akan diekspor ke Jepang bertepatan pada hari ulang tahun Kab.Subang Juli 2019 mendatang. "Sekitar 36 ton yang akan kami ekspor," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sangat bangga dengan komoditas kopi yang dihasilkan petani Subang. "Kita dorong terus petani Subang untuk mengembangkan kopi. Agar produktivitasnya  naik kami akan berikan bibit kopi unggul ke petani," papar Amran.

Amran juga mengatakan, saat ini produktivitas kopi yang ditanam petani masih rendah hanya 0,8 ton/ha.

Nah, setelah diberi bantuan bibit unggul nantinya produktivitasnya bisa meningkat 3,5-4 ton/ha. "Sehingga produktivitas kopi yang ditanam petani bisa meningkat 300-400 persen," ujar Amran.

Dengan menanam bibit kopi unggul kurun 3-4 tahun ke depan mimpi untuk merebut juara 1 kopi dunia akan tercapai.

"Kami sempat bertemu dengan Menteri Pertanian Vietnam di Hanoi. Dalam perbincangan untuk meningkatkan produktivitas kopi kata kuncinya adalah bibit unggul," demikian Amran. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018