Kamis, 23 Mei 2019


Kembangkan Perkebunan, Kementan Siapkan 500 Juta Benih Unggul

17 Apr 2019, 07:13 WIBEditor : Gesha

Dirjen Perkebunan, Kasdi Soebagyono (berkacamata) optimis bibit perkebunan bisa dipenuhi dan didistribusikan | Sumber Foto:INDARTO

Dari target 500 juta benih, pada tahun ini sudah didistribusikan sekitar 30 juta benih ke sejumlah pekebun secara gratis.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar--- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menyiapkan 500 juta benih unggul untuk pengembangan perkebunan kurun enam tahun mendatang (2019-2024). 

Benih unggul yang dikemas dalam program Bun 500 ini nantinya akan digunakan untuk meremajakan tanaman yang sudah tua, merehabilitasi tanaman dan perluasan tanaman perkebunan di sentra-sentra perkebunan.

Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, setiap tahun akan disiapkan benih unggul sekitar 83-85 juta batang.

“Saat ini kita hanya mampu memproduksi sekitar 30 juta batang/tahun. Nah, kita mau tingkatkan menjadi 85 juta batang atau tiga kali lipat,” kata Kasdi Subagyono, di Makassar.

Menurut Kasdi, benih unggul yang akan dikembangkan ke depan diharapkan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan.

Seperti kopi yang saat ini produktivitasnya hanya 0,72 ton/tahun/ha, dengan benih unggul tersebut produktivitas kopi yang ditanam petani (pekebun,red) bisa meningkat menjadi 3,5 ton/tahun/ha.

“Benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan inilah yang mau kita kembangkan ke depan. Mulai tahun ini (2019) sudah kita lakukan. Jadi benih unggul tersebut sudah kita distribusikan untuk peremajaan, rehabilitasi dan perluasan tanaman di sejumlah sentra perkebunan,” papar Kasdi.

Kasdi mengaku, benih unggul tersebut khususnya untuk pengembangan komoditas rempah, seperti pala, lada dan cengkeh.

“Saat ini untuk rempah kita fokus tiga komoditas dulu. Nanti, ke depan akan kita tambah seperti kayu manis dan sejumlah komoditas rempah bernilai ekonomi tinggi lainnya,” ujar Kasdi.

Menurut Kasdi, pengembangan benih unggul yang dilakukan Ditjenbun Kementan berdasarkan skala prioritas. Artinya, tak semua komoditas perkebunan (460 komoditas) dikembangkan.

“Namun, untuk komoditas perkebunan  kita fokus terhadap 8 komoditas unggulan, seperti lada, pala, cengkeh, karet, tebu, kopi, kelapa, dan kakao. Kita harus fokus karena anggarannya terbatas,” papar Kasdi.

Kendati hanya fokus mengembangkan benih unggul 8 (delapan) komoditas perkebunan, Kasdi berkeyakinan, benih unggul yang didistribusikan ke  kelompok tani atau pekebun di sejumlah sentra perkebunan ini produktivitasnya bisa meningkat.

“Karena itu, kita siapkan benih unggul tersebut supaya produktivitas perkebunan yang dikelola petani (pekebun) bisa meningkat dan mereka bisa lebih sejahtera,” pungkas Kasdi. 

Kasdi juga mengatakan, dari target 500 juta benih, pada tahun ini sudah didistribusikan sekitar 30 juta benih ke sejumlah pekebun secara gratis. 

Diantara benih unggul yang sudah didistribusikan ke petani (pekebun) itu seperti kopi, kakao, kelapa, pala dan lada. 

“Untuk pala kebanyakan di Indonesia bagian Timur dan beberap di Jawa seperti di Jawa barat (Sukabumi). Jadi distribusi benih unggul disesuaikan dengan keunggulan komparatif dan kompetitif masing masing lokasi. Kalau nilainya tinggi ya kita kembangkan,dan kita bantu. Untuk memudahkan penyebarannya,  kita telah membuat peta sesuai dengan keunggulan itu kemudian kita bagikan,” pungkas Kasdi.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018