Sabtu, 19 Oktober 2019


Kementan Bangun Logistik Benih Unggul di Sentra Perkebunan

17 Apr 2019, 07:22 WIBEditor : Gesha

Benih perkebunan dipersiapkan logistik dan distribusinya | Sumber Foto:INDARTO

Logistik benih akan dibangun di sentra-sentra perkebunan, sehingga benih unggul tersebut mudah didistribusikan dan tak memakan biaya terlalu besar.

 

TABLODSINARTANI.COM, Makassar--- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan tak hanya meningkatkan jumlah benih unggul yang dikemas dalam program Bun 500. Untuk memudahkan distribusi benih, Ditjenbun pun akan mengembangkan logistik benih di sentra-sentra perkebunan.

“Logistik benih ini juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas benih unggulnya agar lebih sehat, bermutu dan bisa meningkatkan produktivitasnya,” papar Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono, di Makassar.

Menurut Kasdi, logistik benih akan dibangun di sentra-sentra perkebunan, sehingga benih unggul tersebut mudah didistribusikan dan tak memakan biaya terlalu besar. 

“Misalnya, kalau saat ini untuk mendapatkan benih kako dan kopi harus didatangkan dari Jember, itu kejauhan. Karena itu, logistik benihnya atau kebun benihnya kita bangun sesuai dengan sentra perkebunannya,” kata Kasdi.

Nah, program Bun 500, tak hanya memperbanyak benih unggul saja. Menurut Kasdi, untuk mensukseskan program Bun 500 harus ditopang dengan pengembangan atau pembangunan kebun nursery.

“Juga membangun bibit induk, yang nanti kita link-kan ke sejumlah penangkar benih  lokal. Kita juga menggandeng sejumlah produsen benih dan penangkar supaya bisa memenuhi kebutuhan benih di sejumlah kawasan atau sentra perkebunan,” jelas Kasdi.

Kasdi juga menjelaskan, pengembangkan kawasan atau sentra perkebunan yang menjadi target distribusi benih unggul sesuai dengan Permentan. Misalnya, pengembangan kawasan berbasis korporasi petani kopi, kakao, karet, kelapa dan lainnya.

“Benih unggul tadi kita kembangkan untuk memenuhi kebutuhan benih di sejumlah pengembangan kawasan. Sehingga kita harapkan tanaman perkebunan yang ada di lapangan produktivitas tinggi. Untuk itu, tanaman perkebunan yang sudah tua dan produktivitasnya rendah kita remajakan atau kita rehabilitasi dan kita sulam yang kurang bagus. Kita juga memperluas area tanam,” papar Kasdi.

Ia juga mengatakan, untuk mempercepat implementasi pembangunan logistik benih, Ditjenbun kementan sudah menyiapkan infrastrukturnya di tiga balai besar perkebunan.

“Selain sertifikasi, balai besar perkebunan juga kita beri tugas untuk memproduksinya. Tapi, kalau hanya dari balai besar saja jumlahnya kan tak cukup. Sehingga, kita akan menggandeng produsen benih dan penangkar lokal. Agar benihnya sesuai standar, produsen dan penangkar tersebut akan kita bina,” jelas Kasdi. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018