Senin, 19 Agustus 2019


Mudahkan Pekebun, Sulsel Jadi Sentra Bibit Kakao Nasional

22 Apr 2019, 08:50 WIBEditor : Gesha

Pekebun akan semakin mudah memperoleh bibit perkebuanan berkualitas | Sumber Foto:INDARTO

Kami telah membuat model desa mandiri benih untuk membuat kebun benih inti. Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan penangkar. Sehingga, benih unggul mudah diperoleh di setiap sentra atau wilayah perkebunan. Pekebun pun nantinya tak tergantung benih

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menyiapkan benih unggul kakao untuk mendorong Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi sentra bibit unggul kakao nasional dan nantinya segera ditanam di sejumlah klaster sentra kakao.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry mengatakan, selain kakao ada juga benih unggul kopi, lada dan sejumlah komoditas perkebunan lainnya yang disiapkan untuk mendorong pengembangan perkebunan Sulsel.

"Guna memudahkan penyebaran benih unggul, kami telah membuat model desa mandiri benih untuk membuat kebun benih inti. Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan penangkar. Sehingga, benih unggul mudah diperoleh di setiap sentra atau wilayah perkebunan. Pekebun pun nantinya tak tergantung benih dari luar daerah," kata Fadjry, di Makassar.

Fadjry Djufry mengatakan, kalau di setiap sentra perkebunan sudah disiapkan kebun bibit inti, pengembangan komoditasnya akan lebih mudah.

"Misalnya saja, pekebun di Sulsel tak harus mengandalkan bibit dari Jawa Timur. Selain ongkos kirimnya mahal, tingkat kematiannya juga tinggi," kata Fadjry.

Dirinya juga mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah membuat klaster sejumlah komoditas perkebunan seperti kopi, lada dan kakao, contohnya kopi di TanaToraja.

"Sehingga kebun bibit unggulnya kita bangun (kembangkan,red) di sentra kopi tersebut. Kebun bibit ini juga bisa dijadikan tempat wisata," paparnya.

Untuk mengimplementasikan Sulsel sebagai sentra bibit kakao nasional, Kementan pun sedang mendesain daerah Luwu Raya dan Tana Toraja menjadi lumbung kakao, lada, cengkeh, pala dan komoditas rempah.

Sentra perkebunan dan rempah tersebut akan dikembangkan dalam satu skala ekonomi yang hasilnya bisa diekspor secara langsung dari daerah tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyatakan sangat mendukung upaya Kementan menjadikan Sulsel sebagi sentra bibit kakao nasional.

"Kami menyambut baik upaya Menteri Pertanian, agar Sulawesi Selatan dijadikan sebagai pusat perbenihan kakao. Pusat pembibitan kakao nantinya kita tempatkan di Luwu Raya," kata Nurdin.

Nurdin juga mengatakan, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menaruh perhatian yang tinggi terhadap komoditas pertanian unggulan atau ekspor. Salah satunya komoditas kakao.

"Komoditas kakao ini semula mengalami persoalan penurunan produksi. Tapi, kini bersama Kementan telah ditemukan solusinya, yakni penggunaan benih unggul sehingga produksinya bisa meningkat," papar Nurdin. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018