Rabu, 13 November 2019


Siap-siap, Tanaman Vanili Akan Naik Daun

02 Mei 2019, 12:27 WIBEditor : Gesha

Kepala KP Sukamulya, Wawan menuturkan merosotnya produksi vanili di negara Tahiti dan Madagaskar harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani | Sumber Foto:MUKHLIS

Untuk diketahui, saat ini harga vanili kering bisa mencapai Rp. 5 juta per kg, sedangkan untuk vanili basah mencapai Rp. 500 ribu perkg.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Sejak beberapa tahun silam nama besar tanaman vanili Indonesia sempat memudar. Namun sekarang, petani harus siap-siap menyambut kebangkitan tanaman ini. Pasalnya, beberapa negara penghasil utama vanili seperti Madagaskar dan Tahiti sedang mengalami penurunan produksi. 

Tren kenaikan permintaan bibit vanili ini dirasakan oleh Wawan Lukman, Kepala Kebun Percobaan Sukamulya, Kecamatan Cikembar , Sukabumi, Jawa Barat, di sela acara Bimbingan Teknis bagi petani vanili di Cikembar, Kamis (2/5).

Wawan bercerita bahwa KP ini memiliki mandat untuk pengembangan tanaman rempah dan obat dataran rendah seperti lada, vanili, pala, empon-empon dan serai wangi. 

Dari sekian banyak komoditi yan dikembangkan, pemintaan bibit vanili dan kapulaga belakangan ini semakin meningkat.

“Dulu tanaman vanili ini dikenal sebagai emas hijau, namun karena ulah petani dan pedagang kualitas vanili Indonesia merosot tajam. Akibatnya permintaan vanili Indonesia semakin turun,” ujarnya menambahkan.

Modus tersebut antara lainnya adalah petani yang memasukkaan paku, mercuri ke dalam vanili sehingga berat hingga petani yang memanen vanili belum tepat waktunya. 

“Vanili yang berkualitas itu bila dilakukan panen pada saat usianya 8-9 bulan sehingga kadar vanilinya bisa lebih dari 2 Persen. Namun banyak petani yang panen pada usia 4-5 bulan, sehingga kadar vanilinya tidak mencapai angka tersebut. Hal dilakukan petani karena takut vanili dicuri orang," ujar Wawan menambahkan. 

Melihat produksi negara penghasil vanili seperti Tahiti dan Madagaskar yang tengah mengalami penurunan, Wawan menuturkan peluang inilah yang harus bisa dimanfaatkan petani kita.

Apalagi harga vanili kini tengah tinggi. Untuk diketahui, saat ini harga vanili kering bisa mencapai Rp. 5 juta per kg, sedangkan untuk vanili basah mencapai Rp. 500 ribu perkg. Untuk mendapatkan 1 kg vanili kering diperlukan 4 kg vanili basah.

Selain tanaman vanili, KP Sukamulya yang berjarak sekitar 40 km dari Geopark Pelabuhan Ratu ini menyiapkan berbagai bibit tanaman rempah obat dataran rendah.

Untuk bibit lada, sampai dengan tahun 2019 ini telah disebarkan 150 ribu bibit lada ke seluruh Indonesia untuk mendukung program Kementerian Pertanian. 

Bagi masyarakat yang ingin membeli bibit berbagai jenis tanaman ini, bisa menghubungi Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor.

Reporter : MUKHLIS
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018