Jumat, 19 Juli 2019


Benih Asalan, Bikin Nama Vanili Indonesia Tercemar

04 Mei 2019, 08:08 WIBEditor : Gesha

Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Endang Hadipoentyanti mengakui bahwa diantara penyebab rendahnya mutu itu adalah ulah pelaku bisnis vanili dan penggunaan benih yang tidak jelas asalnya. | Sumber Foto:MUKHLIS

Sejak tahun 2008, Kementeriaan Pertanian telah mengeluarkan 3 varietas unggul baru yakni Vania 1, Vanilia 2 dan varietas Alor.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Tidak kurang dari 169 tahun komoditi vanili telah menjadi bagian penting ekonomi di Nusantara dan membawa nama Indonesia sebagai produsen no 1 di dunia. Namun di era 2005 sampai dengan 2016, vanili vacuum di kancah dunia. Mutunya rendah yang telah mencemar nama besar vanili Indonesia. 

Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Endang Hadipoentyanti ketika memberikan bimbingan teknis vanili di Kebun Perobaan Sukamulya, Cikembar, Sukabumi belum lama ini mengakui bahwa diantara penyebab rendahnya mutu itu adalah ulah pelaku bisnis vanili dan penggunaan benih yang tidak jelas asalnya. 

Pakar perbenihan ini sekarang merasa sangat bahagia, karena sejak tahun 2017 lalu tanda-tanda kebangkitan vanili mulai dirasakan.

Semangat kebangkitan ini, menurutnya harus disambut dengan penerapan teknologi yang benar dan penjagaan mutu yang ketat. 

Salah satu bentuk inovasi yang harus segera diterapkan adalah penggunaan varietas-varietas vanili yang unggul.

Sejak tahun 2008, Kementeriaan Pertanian telah mengeluarkan 3 varietas unggul baru yakni Vania 1, Vanilia 2 dan varietas Alor. 

Endang menjelaskan varietas Vania 1 memiliki potensi produksi polong basah 6,53 -8,91 ton per hektar, produksi polong kering 1,83-2,56 ton per hektar dan kadar vanili 2,8 persen.

Varietas Vania 2 agak tahan terhadap penyakit BBV (F. oxysporum f.sp. Vanilla) dengan produksi polong basah 5,37-8,29  ton per hektar,  produksi polong kering 1,54-2, 19 ton per hektar dan kadar Vanilin  2,983 persen. 

Sedangkan untuk vanili varietas Alor toleran terhadap ketahanan Penyakit BBV (F. Oxysporum f. Sp. Vanilla).

Varietas ini setelah umur 6 tahun memiliki potensi produksi  3,55-4,81 ton per hektar per tahun dan kadar Vanilin sebesar 2,32-2,85 persen. 

Dia menegaskan untuk sukses bertani vanili tidak cukup dengan ketersediaan teknologi, tetapi perilaku petani adalah kuncinya. Vanili adalah jenis tanaman memerlukan pemeliharaan yang intensif.

Reporter : MUKHLIS
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018