Kamis, 27 Juni 2019


Gile Bener..Ini Dia 10 Teh Termahal di Dunia !

24 Mei 2019, 19:48 WIBEditor : Gesha

Teh kini tidak hanya sekedar minuman dan hasil perkebunan semata. Di beberapa dunia dengan keunikannya, teh menjadi minuman top class | Sumber Foto:ISTIMEWA

Teh di dunia dengan keistimewaan tertentunya bisa dihargai paling rendah US$ 400 dan paling mahal mencapai US$ 1 Juta !

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Teh sudah menjadi bagian gaya hidup oriental selama ribuan tahun. Kemudian mulai masuk ke Eropa dan Amerika dengan dibawa oleh pedagang dari China. Kini teh menjadi bagian gaya hidup mewah dengan munculnya berbagai teh premium dan menjadi yang paling mahal di dunia. Adakah teh Indonesia di dalamnya?.

Tokoh Perkebunan Nasional, Soedjai Kartasasmita mengaku takjub dengan perkembangan teh di dunia yang kini masuk ke dalam top class.

"Bagaimana tidak, teh di dunia dengan keistimewaan tertentunya bisa dihargai paling rendah US$ 400 dan paling mahal mencapai US$ 1 Juta ! Per kilogramnya," tuturnya kepada tabloidsinartani.com

Menariknya, budidaya dan panen teh mahal tersebut pun dilakukan dengan tradisional, mengikuti legenda maupun tata cara turun temurun sehingga kualitas teh yang dihasilkan pun tetap terjaga bahkan dengan kelangkaannya menjadi yang termahal di dunia.

Dilansir dari Youtube Channel Alux.com, Teh masuk ke Amerika dan Eropa dibawa oleh Pedagang dari Inggris dari China ke wilayah koloninya. Bahkan di Bengal Barat, ribuan hektar teh masuk dan menggantikan lahan opium yang selama itu menjadi andalan.

Masuknya teh tersebut melahirkan kultur baru disana. Bahkan perubahan panen mereka secara luas dianggap sebagai salah satu era yang paling menentukan dalam perdagangan internasional modern.

Saat ini produk teh ada di mana-mana dan pilihannya menjadi sangat beragam. Mulai dari aroma buah, herbal, aromatik yang tidak ada habisnya.

Namun daun teh terbaik akan selalu menjadi yang ditanam dengan alasan mistis, dibudidayakan dengan metode kuno dan didistribusikan dengan berkelas.

Berikut ini beberapa daun teh termahal yang dihimpun oleh Alux.com.

Gau Shanti Tea yang dihargai 170 dollar per kilogram (atau sekitar Rp 2,380 juta). Teh ini sangat unik dan benar-benar langka. Teh jenis ini menjadi tanaman yang selamat setelah taifun kencang yang melanda Taiwan ribuan tahun silam.

Kini teh ini hanya tersisa 800 tanaman sehingga diolahnya harus dengan hati-hati. Bahkan teh ini dipercaya mengandung kualitas obat dari kemampuannya untuk bertahan hidup di medan yang berat. Teh Gau Santi ini bisa digunakan untuk mengobati insomnia, pusing, dan beragam permasalahan kulit.

Silver tips Imperial Tea yang dijual dengan harga 400 dollar per kilogram (mencapai Rp 5,6 juta). Teh ini ditanam di ketinggian 8000 kaki di pegunungan Himalaya.

Aromanya tersebut keluar karena keunikan metode panen yang dilakukan yaitu hanya bisa dipetik saat malam bulan purnama. Setelah dipanen, teh dikeringkan dengan kondisi sedikit lembab sehingga bisa terjadi proses fermentasi.

Hasilnya, teh yang dihasilkan berupa Liquor tea dan biasa dinikmati di sore hari setelah perjamuan mewah. Teh jenis ini juga biasa diolah dan dikemas di Makkah Berry Tea Estate di Darjeeling yang dimiliki oleh pribumi India.

Gorreana Broken Leaf Black Tea, yang dijual dengan harga 405 dollar per kilogram (atau mencapai 5, 607 juta!). Teh ini memiliki keterkaitan dengan era Imperial saat kedatangan Portugis ke Asia tahun 1750an.

Teh ini dibudidayakan di Azores Island yang terbentuk dari tanah vulkanik yang terjadi dari jutaan tahun silam. Di antara daratan Eropa, hanya pulau ini yang cocok secara iklim maupun tanah untuk ditanami dengan teh.

Proses panen sendiri dilakukan dengan cara yang unik yaitu petani hanya memetik daun ketiga dari setiap cabangnya. Metode ini dilakukan turun temurun dan menghasilkan aroma yang mewah serta eksklusif.

Gyokuro Tea yang dijual 650 dollar per kilogram (atau mencapai Rp 9,1 juta). Teh ini termasuk Japanese Green Senshi Tea yang tumbuh dan menjadi salah satu teh tertua di Jepang.

Cara budidayanya pun berbeda dengan green tea yang biasa dikeringkan dibawah sinar Matahari. Senshi Tea ini setelah dipanen hanya dikeringkan dengan tidak terkena sinar matahari langsung selama 1-2 minggu.

Sehingga menghasilkan amino acids dan alkaloid cafein yang memberikan rasa manis yang lebih terasa.
Teh ini juga menjadi bagian pengobatan alternatif pengobatan flu bagi orang-orang kaya.

Taiwanese Insect Poop Tea yang dijual dengan harga 1000 dollar atau mencapai Rp 14 juta per kilogram. Teh dipanen dan ditumpuk bersama dengan tumpukan larva ulat sutera. Yang menjadikannya mahal karena petani harus memanenya menggunakan pinset dan kaca pembesar.

Yellow Gold Tea Buds yang dijual dengan harga 3000 dollar atau mencapai Rp 42 juta per kilogram. Bisa dibilang teh ini adalah Gucci-nya teh. Teh ini hanya ditanam di satu gunung dan dipanen saat masih kuncup serta hanya 1 hari dalam setahun.

Daun yang dipetik adalah daun yang paling atas dan dikeringkan dengan temperatur tinggi, untuk meningkatkan polifenolnya hingga menjadi kekuningan seperti warna emas 24 karat.  Tetua China percaya jika teh kuning ini sangat spesial sebagai suplemen diet dan manfaat kesehatan lainnya.

Guanyin Tea, yang dijual dengan harga 3000 dollar per kilogram atau mencapai Rp 42 juta. Teh yang dijual di Singapore ini pertama kali ditanam di Fujian, China, serta memiliki legenda sendiri.

Kini teh tersebut menjadi salah satu finest tea di China. Bahkan menjadi bagian budaya karena terkait dengan Dewa Belas Kasih.

Shui Hsien Tea yang dijual dengan harga 6500 dollar atau mencapai Rp 91 juta per kilogram. Shui Hsien ini dikenal di Inggris dengan nama Narcissus Tea. Keduanya memiliki legenda yang sama yang berkaitan dengan "percikan air".

Teh ini masih jarang diekspor keluar China. Umumnya hanya digunakan di restoran yang paling mahal di China.

Panda Dung Tea, yang dijual dengan harga 70 ribu dollar atau mencapai Rp 980 juta per kilogramnya. Teh ini ditanam di pegunungan Szechuan di China Utara.

Produk ini pertama kali hadir di publik tahun 2012. Dan menjadi konsep baru dibalik tujuan dan fungsi budidaya teh.

Szechuan juga dikenal sebagai habitatnya panda. Sebagian besar habitat panda tergusur karena pengembangan pertanian. Namun filosofi dari perusahaan teh disana justru memutarbalikkan konsep tersebut dengan budidaya berkelanjutan dan menghasilkan zero waste.

Panda justru diperbolehkan memasuki daerah pertanaman teh dan menggunakan daerah tersebut sebagai "toilet" dan bagi tanaman teh justru digunakan sebagai pupuk alami.

Akhirnya menghasilkan dark tea dengan aroma yang segar. Karenanya teh tersebut dijual dengan harga tinggi karena kualitasnya. Sekaligus menjadi sarana konservasi bagi panda disana.

Da Hong Pao Tea dijual dengan harga 1 juta dollar atau mencapai Rp 14 Milyar ! Berdasarkan legenda, Ibunda dari Raja China mengalami sakit kritis, beberapa petani dari Gunung Wu Yi menawarkan beberapa teh yang sudah diberkati dan bisa mengobati penyakit.

Menariknya, teh tersebut berhasil mengobati dan seluruh keluarga kerajaan tercengang. Kaisar pun menanyakan campuran teh apa yang digunakan oleh petani tersebut.

Nama Da Hong Pao secara tersirat artinya jubah merah karena saat prajurit mencari sampai semak keenam kemudian melepaskan jubah merahnya.

Kini, six bushes (semak keenam) masih ada dan menjadi bagian harta nasional China dan dijaga oleh tentara pada siang dan malam hari. Nilainya sendiri setara dengan dua puluh kali emas murni. 

Reporter : Nattasya/Ahmad Soim
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018