Sabtu, 19 Oktober 2019


Dukungan Benih Unggul untuk Kembalikan Kejayaan Rempah

10 Jun 2019, 17:01 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat halal bihalal di Ditjen Perkebunan, Senin (10/6) | Sumber Foto:Humas Ditjen Perkebunan

Untuk ketersediaan benih unggul, Ditjen Perkebunan telah meluncurkan program BUN 500

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----Mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan strategis lainnya menjadi bagian penting Kementerian Pertanian. Bahkan, guna mewujudkan kejayaan rempah, Kementan melalui Ditjen Perkebunan sudah menyiapkan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas rempah  hingga 2-3 kali lipat dari sekarang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dalam rangka mengembalikan kejayaan rempah tak hanya diperlukan benih unggul yang produktivitasnya tinggi. Namun sinergi antar staf Ditjen Perkebunan Kementan juga penting agar ke depan makin solid dan fokus ke arah pengembangan kebijakan perkebunan  kurun 5-6 tahun ke depan.

Saat Sidak bertepatan dengan acara Halal bi Halal Ditjen Perkebunan Kementan, di Jakarta, Senin (10/6), Amran juga meminta Ditjenbun Kementan untuk tetap fokus mengembangkan sub sektor perkebunan seperti rempah dan komoditas perkebunan strategis lainnya ke depan. Bahkan pengembangan sub sektor perkebunan diharapkan tak hanya di hulu saja.  “Saya harapkan juga sampai ke hilirnya atau sampai ke industri turunnya,” ujar  Amran.

Menurut Amran, hilirisasi sub sektor perkebunan perlu dilakukan karena punya nilai tambah tinggi.  Contohnya selama ini Indonesia sudah ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan menghasilkan devisa cukup besar.  “Saat ini CPO tersebut sudah mampu kita olah sendiri menjadi biodiesel seperti B-100. Nah, B-100 nanti akan menjadi sumber energi terbarukan ke depan yang sangat potensial,” tegasnya.

Amran juga mendorong segenap staf Ditjenbun Kementan untuk menyukseskan program yang dikemas dalam BUN 500 kurun 2019-2024 mendatang. Bahkan program BUN 500 (benih bermutu perkebunan 500 juta batang) diharapkan  bisa dimanfaatkan langsung oleh petani  untuk meremajakan tanaman yang sudah tua, merehabilitasi tanaman dan perluasan tanaman perkebunan di sejumlah sentra perkebunan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengatakan, akan terus mendukung program yang dicanangkan. Bahkan, Ditjen Perkebunan Kementan sudah siap merapatkan barisan untuk menyukseskan program Kementan. “Kami juga merapatkan barisan untuk menggolkan program BUN 500 yang telah kami canangkan kurun 2019-2024,” kata Kasdi.

Dalam program BUN 500, Kasdi menjelaskan ketersediaan benih unggul bermutu komoditas unggulan perkebunan merupakan faktor penentu yang utama untuk meningkatkan produksi yang berdaya saing di pasar ekspor. Ketersediaan benih unggul ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi masyarakat, apalagi sebagian besar kondisi tanaman sudah tua dan atau rusak.

"Direktorat Jenderal Perkebunan melalui APBN menyediakan benih tanaman perkebunan dalam rangka tahun benih 2018. Ketersediaan benih unggul dipastikan mampu memenuhi kebutuhan, terutama untuk perkebunan rakyat," kata Kasdi.

Kegiatan dukungan perbenihan perkebunan ini melalui APBN-P 2017 dan 2018, menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. Di mana dilaksanakan secara non swakelola dan swakelola dengan melibatkan UPT Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, UPTD Perbenihan, maupun kelompok masyarakat.

 

Reporter : HDS/Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018