Sabtu, 17 Agustus 2019


Pabrik Gula Baru Mulai Jalan, Impor Bakal Selesai

18 Jun 2019, 15:16 WIBEditor : Gesha

Pabrik gula baru mulai melakukan giling perdana dan diharapkan mampu beroperasi secara penuh sehingga mampu meningkatkan produksi nasional | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kebijakan swasembada gula konsumsi Indonesia terus dirintis. Dari target 10 pabrik gula (PG) baru yang dibangun, 3 pabrik diantaranya sudah mulai giling perdana. Jika keseluruhan PG baru ini sudah operasional sepenuhnya, impor bakal selesai dalam waktu singkat.

Kementerian Pertanian sejak tahun 2016 selalu memberikan karpet merah investasi pertanian, salah satunya untuk pendirian pabrik gula baru. 

Setidaknya ada 17 investor minati pembangunan pabrik gula senilai total Rp 41,44 triliun. Investasi pabrik tersebut berpotensi meningkatkan tambahan produksi sebanyak 2,35 juta ton.

"Kita targetkan membangun 10 pabrik gula baru di Indonesia, yang sudah jadi ada 8 pabrik. Bahkan 3 diantaranya sudah giling perdana. Kalau semua pabrik gula baru beroperasi total, impor selesai," ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat Musyawarah Perencaan Pembangunan Pertanian Nasional Tahun 2019 di Bogor, Selasa (18/6).

Salah satunya adalah PG di Bombana, Sulawesi Tenggara yang bisa mengolah tebu dengan kapasitas 12 ribu ton cane per day (TCD).

"Lalu ada PG di Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, yang bisa menghasilkan dan mengolah gula lahan rawa. Satu-satunya di Asean," tukasnya.

Termasuk PG RMI di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar dengan kapasitas 10 ribu TCD dengan masa giling 100 hari. 

Untuk diketahui, tiga pabrik gula yang sudah mulai giling perdana tersebut memiliki kapasitas produksi minimal mencapai 10.000 ton cane per day (TCD) dengan tingkat rendemen (kadar kandungan gula dalam tebu) 9-12 persen.  Sehingga, per hari bisa menghasilkan 1000 ton per satu pabrik gula baru.

Ditargetkan pada 2021 akan berdiri lagi pabrik gula dengan kapasitas 10.000 TCD, yakni di Seram, NTT dan Indramayu, Jawa Barat.

Beroperasinya secara penuh dari pabrik gula baru tersebut diharapkan bisa memenuhi target hasil produksi sebanyak 2,5 juta ton di tahun 2019 ini.

Untuk diketahui, selama ini produksi gula nasional dipasok oleh 48 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 17 pabrik gula milik swasta. 

Kebun Tebu

Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian Kasdi Soebagyono menuturkan saat ini luas lahan tebu sekitar 420 ribu ha dengan produktivitas tanaman 5,3 ton/ha. Lahan itu  seluas 220.000 ha di Jawa dan 200.000 ha di luar Jawa.

Artinya untuk mencapai luas lahan sebesar 500 ribu ha, harus ada tambahan sekitar 80 ribu ha, terutama areal yang dikelola pabrik gula (PG) baru. Perluasan areal itu berasal dari Jawa seluas 20 ribu ha dan luar Jawa 60 ribu ha.

Sebenarnya, potensi pengembangan tebu di luar Jawa cukup besar. Data Ditjen Perkebunan, areal Hak Guna Usaha HGU (HGU) yang dimiliki 10 PG (pabrik gula) baru dan revitalisasi di Luar Jawa mencapai 35 ribu ha. Karena itu diperlukan areal dari kebun plasma seluas 25 ribu ha.

Untuk mencapai produksi gula seluruhnya di dalam negeri, dibutuhkan areal seluas 177.857 ha. Saat ini, lahan tebu milik 10 PG di luar Jawa tersebut seluas 75.053 ha, sedangkan milik petani seluas 14.140 ha. 

Dengan demikian sudah ada lahan yang eksisting seluas 87.192 ha, sehingga masih ada kekurangan lahan sekitar 90.665 ha.

Guna mencapai tambahan lahan tersebut pemerintah telah membuat program penambahan areal tebu di luar Jawa melalui program plasma tebu hingga tahun 2024.

Penambahan areal plasma tersebut dilakukan bertahap selama 4 tahun yaitu tahun 2019 (2 ribu ha) tahun 2020 (18.600 ha), tahun 2021 (18.600 ha), tahun 2022 (18.600 ha), tahun 2021 (18.465 ha) dan tahun 2024 (12.650 ha).

Untuk program itu, pemerintah akan mengembangkan sistem kemitraan PG-Pekebun dan pengembangan keterampilan teknis bagi pekebun, serta pengembangan kelembagaan perbenihan.

Dalam upaya peningkatan produksi gula, pemerintah tidak hanya tergantung pada peran pabrik gula atau off-farm, namun peran dari sisi para petani tebu atau on-farm yang pengaruhnya sangat besar.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018