Saturday, 19 September 2020


Tenang, Harga B100 Tidak Akan Mahal Jika Dijual Komersil

04 Jul 2019, 23:08 WIBEditor : Gesha

Harga per liter B100 diusahaka tidam terlalu berbeda dengan solar | Sumber Foto:NATTASYA

Berdasarkan dari Kementerian ESDM, harga biodiesel yang dianjurkan berkaitan dengan harga CPO ditambah 100 dollar/ton plus biaya transportasi. "Kalau dihitung-hitung, sekitar Rp 7 ribu-8 ribu," tutur Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB Un

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Upaya B100 untuk mulai digarap secara nasional memang terus digaungkan. Namun, beberapa pihak sempat khawatir memikirkan harga di tingkat konsumen yang pantas didapatkan dengan kualitas terbaik dari energi terbarukan ramah lingkungan ini.

Beberapa saat lalu sempat beredar kabar hitung-hitungan harga B100 jika jadi dilepas secara komersial di masyarakat dan dipergunakan umum yaitu mencapai Rp 14 ribu per liternya. Sebuah angka yang cukup fantastis dan membuat konsumen berpikir ulang untuk menggunakan B100 tersebut, meskipun dengan sejuta manfaat dan kelebihan dibandingkan solar.

"Harga Rp 14 ribu per liter itu adalah harga green diesel dimana minyak nabati dihasilkan dengan teknologi hydrotreating untuk menghasilkan biohydrogenated diesel ," ungkap Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang juga Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Desrial kepada tabloidsinartani.com.

Biodiesel sendiri dihasilkan dengan teknologi transesterification, sehingga kualitasnya setara bahan bakar solar. Gugus asam dari minyak nabati khususnya asam palmitat benar-benar mendekati minyak diesel. Disaat terjadi pembakaran, akan bereaksi sama dengan pembakaran diesel.

"Tidak akan mengurangi performa mesin, baik top backup maupun backup torsi. Meskipun total powernya mengalami penurunan sedikit," tuturnya.

Desrial juga membeberkan biodiesel B100 yang lebih efisien karena pembakaran yang jauh lebih bersih. "Sehingga bisa menghasilkan jarak tempuh yang lebih panjang," tambahnya.

Nah, berdasarkan dari Kementerian ESDM, harga biodiesel yang dianjurkan berkaitan dengan harga CPO ditambah 100 dollar/ton plus biaya transportasi. "Kalau dihitung-hitung, sekitar Rp 7 ribu-8 ribu," tuturnya.

Diakui Desrial, biohydrogenated diesel memiliki kualitas setara solar bahkan berkualitas Petra Dex dengan cetan number mencapai 70. "Ini yang akan dikomisioningkan dengan Italia. Ini masih lama. Saya lebih setuju untuk mengisi kapasitas terpasang dari pabrik biodiesel yang ada di Indonesia, " tukasnya.

Untuk diketahui, industri biodiesel di Indonesia pada 2018 sudah bisa menghasilkan sebanyak 12 juta kiloliter dan produsen terbesar ada di Sumatera yang mencapai 7,3 juta kiloliter.

"Kemampuan kita sudah (untuk biodiesel) sudah melebihi kebutuhan bahan bakar solar di Indonesia, kalau semua bisa kita produksi sesuai kapasitas terpasang pabrik. Jadi kita bisa untuk mulai menutup impor solar tersebut," tegasnya. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018