Minggu, 18 Agustus 2019


Riset, Kunci Kejayaan Kelapa Sawit

05 Agu 2019, 14:11 WIBEditor : Yulianto

Menko Perekonomian, Darmin Nasution saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia | Sumber Foto:Indri

“Riset, itulah yang membuat kelapa sawit menjadi satu satunya komoditi perkebunan yang dominan dan berjaya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan bagi Indonesia. Bahkan menjadi pendulang devisa negara yang nilainya cukup besar.

Apa yang membuat pamor komoditas sawit ini cukup mentereng? “Riset, itulah yang membuat kelapa sawit menjadi satu satunya komoditi perkebunan yang dominan dan berjaya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia 2019 di Jakarta (1/8).

Acara tersebut diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada 1-2 Agustus 2019 ini bertema Mahakarya Inovasi Sawit Nasional : Fostering Innovation for Sustainability.

Hadir dalam acara ini Dirut BPDPKS, Dono Bustami, Ketua Dewan Pengawas BPDPKS, Rusman Heriawan dan Pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan para stakeholder bidang kelapa sawit.

Darmin menilai, kelapa sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan strategis. Karena itu  seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan Bab II Pasal 3 ayat (3) , huruf a, perkebunan sawit masih sangat membutuhkan penelitian dan pengembangan/riset, terutama yang berdampak langsung terhadap perkembangan industri kelapa sawit nasional.


“Riset sangat penting untuk memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar internasional,” katanya. Karena itu, Darmin meminta BPDPKS untuk ikut mendorong riset mengenai sawit. “Riset hendaknya berkesinambungan, ada kejelasan hal yang di riset, tidak sekedar rutinitas,” tambahnya.

Salah satu program BPDPKS adalah Grant Riset Sawit yang bertujuan untuk peningkatan penelitian  dan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Riset tersebut memperhatikan aspek seperti, peningkatan produktivitas/efisiensi, peningkatan aspek sustainability, mendorong penciptaan produk/pasar baru dan peningkatan kesejahteraan petani.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2015 ini telah mendanai riset lebih dari 24 universitas negeri maupun swasta di Indonesia yang melibatkan ratusan peneliti senior dan mahasiswa. Selain itu, program Grant Riset Sawit juga mendanai beberapa lembaga penelitian non perguruan tinggi.

Publikasi ilmiah, penerbitan paten dan buku juga dilakukan sebagai upaya diseminasi informasi kepada masyarakat luas tentang hasil penelitian strategis nasional dalam mewujudkan industri perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Dalam progamnya BPDPKS juga mendanai peremajaan perkebunan sawit rakyat dengan nilai Rp 25 juta/hektar (ha). Dengan kriteria perkebunan sawit rakyat luas maksimalnya 4 ha. Contoh peremajaan perkebunan sawit rakyat yang dilakukan di Musi Banyuasin sebesar 4.200 ha,“ kata Darmin.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018