Minggu, 18 Agustus 2019


Rusia Menghargai Pelaksanaan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelenjutan Indonesia

05 Agu 2019, 14:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Ketua Sekretariat Komisi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelenjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) R. Azis Hidayat (duduk kedua dari kiri) | Sumber Foto:RAH


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Rusia mengapresiasi pelaksanaan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia atau  Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).


“Agar ekspor sawit kita meningkat, mereka sangat peduli dengan  aspek kesehatan,” kata Ketua Sekretariat Komisi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelenjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)   R. Azis Hidayat  usai menjadi pembicara pada Forum Minyak Kelapa Sawit Indonesia pada Program Forum Binis Indonesia – Rusia kepada Sinar Tani di Moskow, awal Agustus.

Azis menambahkan untuk kewajiban Sertifikasi ISPO yang dijalankan pemerintah bagi perkebunan kelapa sawit, Rusia apresiasi. “Dan yang menjadi perhatian mereka adalah tentang  penggunaan pestisida, kami jelaskan sudah diatur dalam prinsip dan kriteria ISPO,” tambahnya kepada Sinar Tani.

Untuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dalam prinsip dan kriteria ISPO ditetapkan bahwa Manajer plasma/Kelompok tani harus melakukan pengamatan pengendalian OPT (hama, penyakit tanaman dan gulma) dengan menerapkan Pengendalian Hama Terpadu / Integrated Pest Management(PHT/IPM) sesuai dengan ketentuan teknis dengan memperhatikan aspek lingkungan.

Azis Hidayat menambahkan telah tersedia: 1) instruksi kerja atau SOP untuk Pengamatan dan Pengendalian Hama Terpadu / Integrated Pest Management (PHT/IPM) di kelompoktani/ manajer plasma. 2. Tersedia instruksi kerja atau SOP penggunaan pestisida. 3. Rekaman pelaksanaan pengamatan dan pengendalian OPT terdokumentasi . 4. Rekaman jenis dan penggunaan pestisida serta agens pengendali OPT lainnya (parasitoid, predator, agens hayat, feromon, dll.) terdokumentasi.

SOP / instruksi kerja untuk pengendalian OPT lanjutnya harus dapat menjamin bahwa :a.Pengendalian OPT dilakukan secara terpadu (pengendalian hama terpadu/PHT), yaitu melalui teknik budidaya, kebersihan kebun, penggunaan musuh alami (parasitoid, predator dan agens hayati), secara mekanis dan penggunaan pestisida secara terbatas dan bijaksana.b.Dilakukan pengamatan dengan sistem peringatan dini (Early Warning Sistem/ EWS) terhadap serangan OPT antara lain dengan melakukan sensus/perhitungan populasi hama oleh manajer plasma, c.Pestisida yang digunakan telah terdaftar di Komisi Pestisida Kementerian Pertanian; d.Penanganan limbah pestisida dilakukan sesuai petunjuk teknis untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan; e.Tersedia sarana pengendalian sesuai SOP atau instruksi kerja. f.Tersedia tenaga (regu) pengendali yang sudah terlatih, pada kebun plasma .g.Tersedia gudang penyimpanan alat dan bahan pengendalian

Reporter : RAH
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018