Minggu, 20 Oktober 2019


Toto Subarno, Mengenang Masa Indah Jual Bibit Karet

23 Agu 2019, 19:19 WIBEditor : Ahmad Soim

Toto Subarno | Sumber Foto:Ahmad Soim

 

TABLOIDSINARTANI.COM -     Toto Subarno (43) alumni Jurusan Ekonomi Universitas Mercubuana Yogyakarta kini tinggal bersama istri dan putranya di Kota Lahat, Sumetera Selatan. Pada tahun 2011, Toto bisa menjual 10-12 ribu bibit tanaman karet pada musim hujan.

 

“Satu bibit tanaman karet umur sekitar 3 bulan laku dijual dengan harga Rp 3 ribu. Saya beli biji dari Balai Penelitian di Medan. Seperti tabungan saja,” kenang Toto Subarno kepada Sinar Tani di Palembang (21/8).

 

Dari usaha jual bibit itu, Toto Subarno bisa membeli tanah pertanian sedikit demi sedikit. “Sekarang kami punya lahan 12 ha,” tambahnya.

 

Toto Subarno menceritakan di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono harga getah karet mencapai Rp 18 ribu, atau rata-ratanya Rp 10-12 ribu. “Sekarang harga karet Rp 6 ribu, selalu di bawah Rp 10 ribu,” tuturnya sedih.

 

Bahkan Toto Subarno bersama istrinya yang menjadi Penyuluh Pertanian Kontrak (THL – TBPP) pernah menggunakan lahan orang tuanya 1,5 ha khusus untuk kebun bibit karet. “Karena harga karet anjlog, orang disuruh ngambil bibit karet gratis saja nggak ada yang mau. Kami  habis habisan modal waktu itu.”

 

 

Toto Subarno berharap pemerintah bisa mengangkat harga karet, minimal sama dengan harga beras yakni Rp 10 ribu. “Dengan harga itu, kami berharap petani bergairah kembali, masyarakat pun bergairah menanam karet kembali.”

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018