Minggu, 20 Oktober 2019


Teknik Budidaya dan Panen, Tentukan Nasib Produktivitas Kopi

07 Sep 2019, 19:31 WIBEditor : Gesha

Professor Riset dari Balitbangtan, Prof Rubiyo menerangkan kepada petani mengenai pentingnya produktivitas tanaman kopi | Sumber Foto:BPTP BALI

TABLOIDSINARTANI.COM, Tabanan --- Hingga sekarang telah dikenal tiga jenis kopi yang dibudidayakan dan dipasarkan yaitu Kopi Robusta, Arabika dan Exselsa. Namun tak banyak petani kopi yang tahu jika teknik budidaya dan panen yang benar bisa menentukan nasib produktivitas kopi yang berkelanjutan. 

"Dalam budidaya kopi pemilihan klon, pembibitan, pemeliharaan hingga tehnik panen yang baik dan benar menjadi  point penting untuk keberlangsungan produktivitas tanaman kopi," tutur Peneliti Utama Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor, Prof. Rubiyo dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya dan pengembangan kopi yang dilaksanakan di Kelompok Tani Jongkok Praktiyasa, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan-Bali. 

Acara Bimtek yang diselenggarakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali ini dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber  Daya Manusia (SDM) petani kopi, dan untuk mempercepat hilirisasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 

Menurut Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa, dirinya sengaja mengundang seorang Profesor Riset Badan Litbang Pertanian sebagai narasumber agar permasalahan yang dihadapi petani dalam hal budidaya kopi bisa teratasi.

Dikatakan lebih lanjut  bahwa Bimtek Budidaya kopi yang dilaksanakan diikuti juga oleh Penyuluh BPTP Bali dan PPL yang mewilayahi Desa Belatungan. "Dari Bimtek ini diharapkan juga mampu meningkatkan kompetensi Penyuluh BPTP Bali dan Penyuluh di Daerah dalam membina petani di lapangan," jelasnya. 

Terkait program dan kebijakan dibidang perkebunan khususnya komoditas kopi, BPTP Bali juga mengundang Bapelitbang dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan untuk menghadiri acara Bimtek. 

Dewa Ketut Budidana Susila selaku Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, mengatakan bahwa saat ini produksi kopi robusta di Kecamatan Tabanan tergolong masih rendah, yaitu rata-rata 400 kg/hektar/tahun. "Kami sangat mendukung program Bimtek ini, dan kami yakin dengan budidaya yang baik produksi kopi di sini dalam dua sanpai tiga tahun mendatang akan meningkat," ujarnya. 

Lebih lanjut Susila mengatakan akan terus bekerjasama dengan BPTP Bali dalam membina petani kopi di Kabupaten Tabanan dengan melaksanakan Bimtek terpadu . Dirinya berharap BPTP Bali siap dengan narasumber dan inovasinya pada setiap Bimtek yang akan diaksanakan. 

Sementara itu Ir I Made Artana, MT Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PPM)  Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Tabanan, menyampaikan bahwa meningkatkan pendapatan dan nilai tukar petani merupakan PR yang cukup berat dan pekerjaan itu menurutnya tidak pernah selesai.

Terlebih petani dengan beragam komoditas dan luas lahan serta sekala usaha yang tergolong kecil. "Petani sangat membutuhkan pendampingan dalam hal teknologi budidaya, pengolahan pasca panen, fasilitas pasar dan kelembagaan usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar," jelasnya. 

Selain itu I Made Artana juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada BPTP Bali yang selalu siap mendampingi petani. " Sejak lama BPTP Bali menjadi Mitra kami dalam melakukan berbagai inovasi program pertanian di Kabupaten Tabanan," ungkapnya.

Reporter : Putu Sweken, BPTP Bali
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018