Friday, 14 August 2020


Trik Hasilkan Mutu Cengkeh yang Baik

17 Sep 2019, 15:26 WIBEditor : Yulianto

cengkeh menjadi komoditas rempah unggulan Indonesia | Sumber Foto:Dok.Sinta

Dari mulai pemetikan, hingga penanganan pascapanen harus diperhatikan dengan seksama agar kualitasnya baik

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Cengkeh merupakan tanaman asli asal Indonesia, khususnya wilayah timur. Untuk mendapatkan mutu cengkeh yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses pasca panen.

Berdasarkan pengalaman dari Penyuluh Pertanian asal BPP Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Budi Setiyawan, sebelum menjadi cengkeh yang biasa kita lihat sebagai bumbu dapur, membutuhkan beberapa proses.

"Dari mulai pemetikan, hingga penanganan pascapanen harus diperhatikan dengan seksama agar kualitasnya baik. Makanya dibutuhkan banyak tenaga kerja dan dibutuhkan tangga yang tinggi untuk memetik bunganya," katanya.

Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 persen. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.

Ciri bunga yang dapat dipanen adalah kepala bunga mengkilap seperti akan mekar (tapi belum) dan dalam satu kelompok terdapat 2-3 bunga yang mekar. Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan.

Waktu panen sangat berpengaruh terhadap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya. Setelah dipetik dari pohonnya biasanya sampai dirumah, masih perlu dipisahkan dari tangkainya, setelah itu barulah bunga cengkeh dapat dijemur sampai kadar air 12-14 persen  atau ditandai bunga cengkeh yang mudahnya patah.

Budi mengungkapkan, untuk pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan. Tahapan-tahapan pengeringannya, pertama, bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.

Kedua, lanjutnya, selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata. Ketiga, proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10-12 persen. "Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3-4 hari," saran Budi.

"Yang jelas, apabila warananya sudah gelap kecokelatan, tandanya sudah kering. Maka jika kadar airnya sesuai, akan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Selain bunga, yang dapat dijual yaitu daun kering, tangkai kering, ranting, dan batang pohon cengkeh," tuturnya.

Reporter : Clara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018