Friday, 18 June 2021


Mimpi Rapat Salapanan

23 Apr 2021, 17:48 WIBEditor : Ahmad Soim

Rapat Desa | Sumber Foto:Memed Gunawan

 

Oleh: Memed Gunawan

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Ada cerita lucu dan ini kisah nyata yang terjadi pada tahun 1970-an. Dalam memanfaatkan dana bantuan desa, Kepala Desa yang kreatif menggunakannya untuk pelatihan pemuda tani, agar bisa lahir pelopor petani dari kaum muda.

Kepada Desa yang kurang kreatif menggunakannya untuk membangun tugu batas desa yang tidak jelas manfaatnya. Yang terakhir ini tentu saja jadi bahan tertawaan. Tetapi 5 tahun kemudian Kepala Desa yang kurang kreatif tersebut berkilah bahwa programnya lebih berhasil, karena dampak pelatihan pemuda itu tidak jelas, hilang tidak berbekas, sedangkan tugu batas desa yang dibangunnya masih tegak berdiri. Cerita ini hanya mengawali cerita berikutnya, bahwa perencanaan memang jadi kunci dalam melakukan satu kegiatan, apalagi yang didukung dana besar seperti bantuan pembangunan desa yang besarnya saat ini mencapai 1 milyar rupiah per desa per tahun.

Perencanaan tentu saja memegang peranan penting. Hampir semua yang ingin berusaha atau berbisnis mengatakan belum bisa mulai karena tidak punya modal. Tetapi ketika dijanjikan akan diberi modal, dia tidak tahu apa yang akan dlakukan. Membangun desa perlu modal, dan bantuan untuk pembangunan desa sudah mulai digelontorkan sejak tahun 1970-an. Kita memerlukan perencanaan pembangunan desa yang baik, tidak hanya dengan melalui bayangan yang ada di kepala segelintir orang di desa, tetapi melalui kesepakatan yang disusun bersama.

Berikutnya adalah menggali mimpi masa silam. Pada tahun 1970-an, rembuk desa yang namanya Rapat Salapanan, dilakukan di setiap bulan September dan dihadiri oleh seluruh penduduk desa. Penduduk desa berkumpul, duduk melingkar mengesankan semuanya mempunyai kedudukan yang sama dalam rapat tersebut. Kepala Desa memang memimpin tetapi hanya mengatur jalannya diskusi dan menyimpulkan. Mereka mengajukan pendapat, berdiskusi dan saling beradu argumentasi dengan bahasa mereka sendiri. Rapat itu begitu penting karena hasilnya akan menjadi acuan rencana pembangunan di desa mereka dan dilakukan dengan cara bergotongroyong. Hasil rapat itu adalah rencana kerja bersama untuk tahun yang akan datang, atau kalau perlu bisa berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA:

Oleh sebab itu prosesnya terkadang cukup keras karena menyangkut tugas dan kewajiban masing-masing penduduk desa dalam memberikan sumbangan apakah dalam bentuk dana atau tenaganya. Kadang-kadang Rapat Salapanan itu berlangsung seharian penuh. Rencana memperbaiki jalan, membuat pagar di rumah masing-masing, memperbaiki saluran air, memperbaiki balai desa, memelihara mesjid dan sebagainya menjadi tugas masyarakat yang rencana detilnya disepakati pada Rapat Salapanan. Maka ketika ada bantuan dari pemerintah datang dalam bentuk semen, aspal, mesin pemadat tanah dan bahan lain yang tidak tersedia di desa, bantuan itu akan langsung terkait dengan rencana dan kebutuhan masyarakat di desa. Bantuan itu berupa pelengkap yang tidak dimiliki masyarakat desa, sementara itu masyarakat sudah merencanakan dan menyediakan bahan baku pokoknya.

Belakangan Rapat Salapanan menjadi ringkas, jinak serta berlangsung cepat dan lancar. Mungkin karena dipimpin oleh pejabat Kecamatan, mereka sungkan-sungkan untuk berdebat banyak. Perlu juga mencari tahu, apakah Rapat Salapanan masih ada saat ini?

Bagaimanapun, bantuan dan anggaran, berapa pun besarnya, apabila dilakukan melalui perencanaan yang matang, sehingga efektif memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara berkelanjutan, gelontoran dana itu akan lebih efektif dalam membangun desa. Kita sudah menyaksikan adanya keberhasilan. Masyarakat desa yang kreatif menjadikan dana bantuan tersebut menjadi modal untuk pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Mudah-mudahan mimpi ini menjadi kenyataan. Aamiin.

   === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018