Tuesday, 03 August 2021


Pertanian dan Stunting

10 Jul 2021, 18:38 WIBEditor : Gesha

Stunting berkaitan dengan asupan pangan | Sumber Foto:Istimewa

 

Oleh : Memed Gunawan

Pemimpin Umum Tabloid Sinar Tani

Persoalan stunting yang kini mengancam kualitas sumberdaya manusia (SDM) masa depan Indonesia sungguh satu masalah serius yang memerlukan penanganan segera dan gerak cepat.

Dengan upaya penanggulangan yang paling serius sekalipun, hasilnya tidaklah segera bisa terlihat, harus menunggu satu-dua generasi. Sementara itu persaingan antar bangsa dan perubahan tatanan ekonomi dunia terus berlangsung dengan akselerasi tinggi dan tidak akan pernah menunggu. Stunting akan menjadi kendala dalam menghadapi persaingan SDM di masa depan.

Perkembangan teknologi di segala bidang terjadi di semua sektor, tetapi perkembangan kualitas SDM, kesehatan, kekuatan fisik dan mental serta kemampuan berpikir, kecerdasan dan kreativitas untuk memenangi persaingan kehidupan masa depan tergantung kepada satu hal, yaitu kualitas makanan dan nutrisi. Dan di ujung sana ada sektor yang paling bertanggungjawab dan diandalkan, yaitu pertanian.

Konsumsi makanan masyarakat Indonesia memang ironi. Negeri yang kaya akan biodiversity ini mencatat angka konsumsi sayuran, buah-buahan, daging dan ikan, apalagi susu yang rendah, jauh di bawah rata-rata bangsa lain di dunia.

Bahkan negara-negara yang tingkat pendapatan perkapitanya lebih rendah dari Indonesia konsumsi pangan dan nutrisinya lebih baik. Konsumsi nutrisi bangsa Indonesia timpang ke karbohidrat. Walaupun produksi dan ketersediaan bahan makanan tidak juga kurang, tetapi konsumsi nutrisi penting bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan, khususnya protein hewani masih rendah.

Cukup mengagetkan bahwa pengeluaran masyarakat, terutama kelas ekonomi bawah, justru tinggi pada hal yang kurang bermanfaat untuk kesehatan, misalnya rokok dan pulsa telepon. Luar biasa.

Akhirnya pertanianlah, yang selama ini dianggap sektor paling tradisional, yang paling bertanggungjawab dan paling diandalkan dalam memecahkan masalah stunting. Karena dampaknya sangat menentukan pada masa depan bangsa, penanggulangan stunting harus diprioritaskan. Dan itu artinya pertanian harus berada di depan.

Penanggulangannya tidak sesederhana seperti memberikan bantuan tunai yang sifatnya hanya sementara saja. Diperlukan program jangka panjang yang terukur untuk meningkatkan produksi bahan makanan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang seimbang dan membiasakan masyarakat mengonsumsi makanan yang berkualitas. Tentu saja pertanian tidak sendirian karena pendidikan masyarakat untuk sadar akan nutrisi memerlukan intervensi di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Waktu tidak bisa menunggu. Kita memerlukan tindakan cepat sekarang juga. Menjamin ketersediaan bahan makanan berkualitas yang cukup, khususnya protein hewani.

Kita pun tidak bisa mengandalkan dan bergantung terus kepada impor, jadi peningkatan produksi dalam negeri merupakan strategi yang tidak mungkin dihindarkan. Semua itu adalah tentang pertanian. Semua itu adalah tentang memberdayakan petani.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018