Thursday, 23 September 2021


KANG ARIF DAN KANG TISNA

03 Sep 2021, 17:58 WIBEditor : Gesha

Kang Arif (bawah) dan Kang Trisna (Atas) | Sumber Foto:Istimewa

 

Oleh : Memed Gunawan

Pemimpin Umum Tabloid Sinar Tani

 

Dalam Focus Group Discussion (FGD) hari Rabu lalu, Tabloid Sinar Tani memetik pelajaran berharga dari Kang Arif, penyuluh dari Serang dan Kang Tisna, penyuluh dari Karawang.

Dua anak muda cerdas ini adalah contoh kaum milenial yang berpikir kritis, belajar tanpa henti dan memanfaatkan pengalamannya untuk diwujudkan dalam bisnis dan kiat-kiatnya disebarkan kepada masyarakat melalui media online.

Dia tahu segmen pembaca media ini sangat khusus, yaitu yang mengerti dan memanfaatkan internet, tetapi mereka juga masih tetap berkomunikasi dengan petani lain yang perlu informasi secara langsung.

Kang Arif muda usia, fasih bicara soal teknologi komunikasi, pintar mendisain tayangan untuk web, dan seorang Youtuber handal. Dia mengerti siapa sasaran pembacanya, tahu apa keinginan mereka, pintar membuat tayangannya menjadi menarik dan menjaga kualitas beritanya sehingga dipercaya oleh pembacanya.

Pasti dia banyak belajar, dari sekolah formal, dari pengalaman di lapangan, termasuk juga dari Google, kalau melihat bagimana dia bicara menjelaskan tayangannya yang begitu memesona.

Sebagai ahli Talas Beneng, dia menggeluti talas mulai dari teknis sampai dengan bisnis. Tidak tanggung-tanggung, dia menanam sendiri, membeli dari daerah sekitarnya, termasuk dari luar Kabupaten Pandeglang, lalu mengolah dan menjualnya. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar ekspor. Maka kalau bicara Talas Beneng, orang segera menunjuk Kang Arif.

Kang Tisna, yang sekarang sudah menggondol gelar S2 juga sangat cerdas. Fasih bicara teknologi, memberi saran yang sangat mengena, taktis, dan jujur tanpa tedeng aling-aling. Bermula dari kursus hidroponik sampai kemudian dia mencoba menerapkannya sendiri, kemudian berbisnis di bidang hidroponik, membentuk kelompok usaha hidroponik sampai akhirnya memproduksi pupuk dan menyediakan benih untuk hidroponik.

Ini adalah perjuangan yang hebat. Sekarang dia juga menggalang masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan untuk usahatani keluarga. Dan berhasil.

Tabloid Sinar Tani banyak belajar, bahwa sebagai bisnis media kita harus fokus, tidak keluar dari aturan, fokus, konsisten, menjaga kualitas berita, kreatif, menarik, dan relevan. Betapa pemberitaan Tabloid Sinar Tani itu bisa dibuat menjadi lebih menarik.

Bahwa masyarakat itu ada yang lebih suka membaca, lebih suka mendengar dan lebih suka melihat, sehingga berita di tabloid saja tidak cukup untuk mengajak mereka belajar. Harus ada link ke berita atau video yang menjelaskan secara visual, atau ke penjelasan lain yang lebih rinci.

Walaupun Tabloid Sinar Tani sebenarnya sudah berada pada jalur tersebut, tapi saran Kang Arif dan Kang Tisna itu menunjukkan luasnya pengetahuan tentang penyuluhan, keberhasilan kerja dan kemampuan pengamatan mereka di lapangan.

Kementan harus berbangga mempunyai anak muda yang kreatif dan cerdas seperti mereka. Mereka harus diberi peran lebih besar untuk memanfaatkan keahliannya. Ruang mereka terlalu sempit untuk hanya berperan di wilayah Kabupaten. Ide-ide besarnya perlu dikembangkan dan dimanfaatkan dalam skala lebih luas. Lagipula mereka masih muda dan tentu saja akan lebih membuka akses penyuluhan kepada kaum milenial.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018