Tuesday, 17 May 2022


Kembangkan Cyber Extension, Jangan Lupakan Sistem LAKU

28 Jan 2022, 17:15 WIBEditor : Gesha

Kegiatan penyuluhan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Issue kritikal penyuluhan pertanian sejak dulu sampai pada era digital dan industri 4.0 pada dasarnya tidak berbeda, yaitu bagaimana menyediakan dan menyampaikan informasi dan inovasi aktual secara berkelanjutan.

Walaupun penyuluhan pertanian moderen disebutkan dimulai di Dublin, Ireland tahun 1847, lalu berkembang di Jerman tahun 1850-an, dan kemudian di USA tahun 1914, tapi dunia tidak melupakan penyuluhan bersejarah di China sekitar 800 tahun Sebelum Masehi. Dinasti Zou sudah mengorganisasikan pelatihan rotasi tanaman dan drainase ke petani. Yang jelas, penyuluhan selalu membawa pengetahuan baru dan manfaat besar bagi petani dan pertanian sesuai jamannya.

Issue kritikal penyuluhan pertanian sejak dulu sampai pada era digital dan industri 4.0 pada dasarnya tidak berbeda, yaitu bagaimana menyediakan dan menyampaikan informasi dan inovasi aktual secara berkelanjutan. Penyuluhan terhambat akibat terbatasnya dan tersendatnya distribusi informasi dan inovasi yang diperlukan petani.  

FAO mencatat bahwa paradigma penyuluhan moderen berkembang mulai dari Transfer Teknologi, kemudian Bimbingan dan Pendampingan, lalu Pengembangan Sumberdaya Manusia dan yang terakhir adalah Fasilitasi dan Pemberdayaan. Terlihat bahwa penyuluhan mengarahkan dan membawa petani pada kemandirian.

Pendekatannya juga berubah secara gradual dari pola top-down ke pola bottom-up. Oleh karena itu program penyuluhan sejatinya beragam antar daerah, sesuai dengan potensi, prioritas dan kepentingan daerah dan petani. Itulah maknanya penyuluhan pertanian diserahkan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Program penyuluhan dibangun berdasarkan pada potensi dan kondisi spesifik lokalita dan kebutuhan petani. 

Pada era sebelum ada teknologi digital, komunikasi dengan petani dilakukan melalui kunjungan, tatap muka, flyers, video, radio dan televisi.

Pada awal abad ke 21 distribusi informasi melangkah ke teknologi digital yang lebih cepat, tidak terkendala ruang dan waktu. Akan tetapi teknologi canggih ini kehilangan unsur emosi dan keterikatan hubungan kemanusiaan, yang justru merupakan unsur penting dan efektif dalam penyuluhan. Aspek kemanusian, hubungan emosional dan kepercayaan dibangun melalui komunikasi dua arah dan langsung.

Semakin berkurangnya pertemuan petani dengan penyuluh akibat pandemi Covid-19 adalah satu "ujian berat" kalau bukan "bencana" bagi penyuluhan. Oleh karena itu pada era New Normal, peran cyber extensions atau media informasi digital lainnya  menjadi sangat penting.

Tetapi yang tidak bisa tidak, dan harus ada adalah komunikasi dua arah antara petani dengan aparat penyedia informasi, syukur kalau dalam pola tatap muka.  Paradigma penyuluhan sudah bottom-up, tanpa ada komunikasi dua arah, keinginan dan harapan petani tidak dapat ditangkap. 

Dalam menanamkan kepercayaan tersebut, face to face dan komunikasi dua arah tetap mempunyai keunggulan. Oleh karena itu cyber extension perlu didisain agar memungkinkan komunikasi dua arah.  Emosi, kepercayaan dan partisipasi memang tidak bisa diganti dengan IT tercanggih sekalipun.

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018