Monday, 23 May 2022


Penyuluhan Berbiaya, Dampaknya Luar Biasa

09 Apr 2022, 11:30 WIBEditor : Gesha

Penyuluh pertanian harus mengupgrade pengetahuan | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kelancaran penyuluhan pertanian tidak dapat disangkal lagi sedang terusik oleh melemahnya kondisi dan peran unit di lapangan maupun ketersediaan anggaran dan sarana pendukungnya. Terbitnya Perpres 35/2022 dapat dianggap sebagai momen kebangkitan penyuluh pertanian jilid kedua. Sebenarnya sejauh mana biaya penyuluhan membebani anggaran?

Sebagai kegiatan yang memfokuskan kegiatannya pada peningkatan pengetahuan, pelatihan, bimbingan dan pendampingan serta distribusi informasi secara terus menerus, penyuluhan adalah kegiatan rutin yang berbiaya besar. Selain itu memerlukan sumberdaya manusia (SDM) penyuluh dalam jumlah besar sehingga membebani anggaran Pemda maupun Pusat, sementara dampak penyuluhan tidaklah "cespleng" dan cukup bisa dilakukan sekali-sekali seperti minum obat pusing.

Kegiatan ini lebih merupakan peningkatan kemampuan dan informasi kepada petani yang mempunyai dampak besar terhadap produksi, teknik budidaya, pendapatan dan kesejahteraan petani yang pada gilirannya juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi keberadaan penyuluhan sangat penting, harus dilakukan terus-menerus, memerlukan perencanaan dan strategi jangka panjang, tapi tidak bisa mematok target keberhasilannya dalam jangka pendek. Jadi? Indikator keberhasilan penyuluhan bukanlah kenaikan PAD sektor pertanian dalam jangka pendek. Jika kinerja jangka pendek yang ingin terlihat, penyuluhan bukan strategi yang jitu untuk mencapainya.

Kenyataannya, kegiatan penyuluhan di daerah umumnya merupakan porsi yang kecil dengan anggaran dan fasilitas kecil, bahkan di beberapa daerah menjadi kegiatan yang bukan prioritas. Padahal ada pemeo bahwa yang utama harus dilakukan oleh pemerintah dalam bidang pertanian adalah penyuluhan dan informasi teknologi.

Anggaran penyuluhan di Indonesia masih memerlukan angka yang cukup besar dan perlu dicari kreativitas baru dalam penyuluhan. Koordinasi untuk menguatkan kembali fungsi penyuluhan pertanian, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat yang tercantum dalam Perpres 35/2022 adalah upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu didorong agar Perpres ini segera ditinjaklanjuti dan dapat segera dilaksanakan.

Masih banyak upaya meningkatkan penyuluhan dan mengefektifkan dana. Antara lain dengan mendorong dan memasilitasi Penyuluh Pertanian Swasta, Penyuluh Swadaya dan menggencarkan program magang yang selama ini sudah cukup berhasil.

Demikian juga Cyber extensions atau media informasi digital lainnya menjadi sangat penting, tetapi tanpa menghilangkan komunikasi dua arah dan tatap muka antara petani dengan aparat penyuluh sehingga tidak kehilangan hubungan kemanusiaan, yang justru merupakan unsur penting dan efektif dalam penyuluhan.

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018