Monday, 23 May 2022


Pangan dan Sistem Pangan  

16 Apr 2022, 08:56 WIBEditor : Yulianto

Logo Bapanas | Sumber Foto:Dok. Bapanas

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pada awal tahun 2022 ini kita menyaksikan Badan Pangan Nasional operasional setelah Kepala Badannya secara resmi dilantik Presiden. Badan yang ditugasi menangani masalah pangan ini memperoleh pendelegasian berbagai kewenangan tentang kebijakan pangan yang semula berada di beberapa Kementerian dan BUMN.

Kewenangan yang didelegasikan kepada Badan Pangan Nasional adalah dalam hal perumusan kebijakan stabiisasi harga dan dan distribusi pangan, perumusan kebijakan dan penetapan kebutuhan ekspor dan impor pangan, perumusan kebijakan dan penetapan besaran jumlah cadangan pangan pemerintah di bidang pangan, perumusan kebijakan dan penetapan harga pembelian pemerintah dan harga rafaksi, dan penugasan Perusahaan Umum Bulog dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pangan nasional.

Sebelumnya sejumlah Kementerian, Bulog dan BUMN, harus berkoordinasi dalam penggunaan data dan informasi serta dalam menyusun kebijakan pangan. Hasilnya tidak selalu sinkron. Masih banyak silang pendapat akibat ketidaksesuaian data sehingga menghasilkan kebijakan yang tidak sejalan. Fluktuasi harga dan pasokan sering terjadi, sementara dunia menganggap keamanan dan ketahanan pangan kita masih belum terjamin aman, seperti telihat dari Food Security Index.

Jelas bahwa Sistem Pangan tidak hanya bicara tentang kepentingan konsumen, tetapi juga produsen. Pemerintah mendorong agar pertanian berkembang, produktivitas, kualitas produk dan kesejahteraan petaninya juga meningkat. Benang merahnya jelas, bahwa integrasi kebijakan dan koordinasi antara institusi terkait yang solid menjadi kunci tercapainya sasaran untuk menciptakan kondisi pangan yang stabil, baik ketersediaan, harga maupun kualitasnya, serta petaninya juga sejahtera.

Kebijakan pangan mencakup ketersediaan, distribisi, harga, upaya peningkatan produksi dalam negeri dan keseluruhan rantai pangan, peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani. Di beberapa negara lain, Kementerian Pertanian menangani sektor pertanian dalam arti luas, mencakup seluruh kegiatan ekonomi yang terkait dengan pertanian dan pangan, mulai dari produksi hingga pemasaran, pengolahan dan distribusi.

Selama pandemi Covid-19 sumbangan sektor pertanian meningkat tetapi Indonesia mengalami gangguan sistem pangan dengan adanya fluktuasi harga beberapa komoditas pokok dan distribusi, selain kekurangan kronis beberapa komoditi seperti bawang putih, daging sapi, gula pasir yang terjadi setiap tahun.

Peringatan FAO tentang dampak Covid-19 terhadap ketersediaan pangan telah dijawab dengan upaya pengembangan rice estate skala besar dengan teknologi moderen di berbagai daerah. Pembentukan Badan Pangan Nasional lebih bersifat pengembangan Model Sistem Pangan Nasional yang diharapkan memecahkan masalah pangan secara berkelanjutan. 

Indonesia mempunyai potensi untuk mendedikasikan beberapa lokasi khusus untuk pengembangan pertanian sampai ke sektor hilir dengan menerapkan teknologi dan inovasi moderen, membangun jejaring global untuk memperoleh global value change, didukung teknologi, perguruan tinggi dan pusat riset serta pengembangan usaha oleh perusahaan terkait.

Pangan masih terus menghantui negeri ini, sementara kasus stunting masih cukup besar sehingga merupakan tantangan berat menghadapi persaingan sumberdaya manusia pada masa depan. Semoga Badan Pangan Nasional menjadi bangunan Sistem Pangan Nasional yang kita impikan.

Reporter : Memed Gunawan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018