Kamis, 09 Februari 2023


P4S Harapan Masa Depan

05 Okt 2022, 04:14 WIBEditor : Gesha

Sutomo, pengelola P4S CAL | Sumber Foto:Dok. Sutomo

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Petani yang berhasil dan menerapkan teknologi usahatani unggulan, mempunyai pengetahuan mumpuni serta mau dan mampu berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman akan menjadi panutan petani lainnya. Itulah dasar pemikiran sederhana dalam mengembangkan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya). 

Bahwa petani lebih percaya dan lebih cepat meniru keberhasilan petani di sekitarnya itu adalah suatu kenyataan. Mereka perlu bukti! Mereka perlu melihat dan berpengalaman menggunakan sebelum mengaplikasikan sesuatu yang baru secara penuh dan meluas.  Itu sebabnya penyuluhan dari, oleh dan untuk petani lebih efektif. Petani yang berhasil dan menerapkan teknologi usahatani unggulan, mempunyai pengetahuan mumpuni serta mau dan mampu berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman akan menjadi panutan petani lainnya. Itulah dasar pemikiran sederhana dalam mengembangkan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya). 

Kelembagaan penyuluhan swadaya dapat dibentuk atas dasar kesepakatan antara pelaku utama dan pelaku usaha. Dan berdasarkan UU No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pelaku usaha dalam pemberdayaan petani dapat menyelenggarakan pelatihan dan permagangan.

Trust petani kepada sesama petani yang berhasil sangat tinggi. Tidak salah jika P4S mempunyai keunggulan dalam dunia penyuluhan khususnya yang terkait dengan kemandirian, kebersamaan, dan aspek sosial lainnya dalam kehidupan perdesaan dan pertanian yang sangat menonjol. Konten penyuluhan umumnya langsung menyentuh kepentingan petani dan masyarakat setempat, sangat lokalita, dan menyebar dengan cara budaya yang dikenal masyarakat setempat.

P4S mengedepankan Keswadayaan, menggunakan kemampuan sendiri daripada bantuan pihak lain; Keterpaduan sehingga upayanya merupakan  bagian integral pembangunan pertanian dan perdesaan; Kemitraan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain; Kemanfaatan, karena memberikan manfaat kepada pelaku utama, pelaku usaha dan masyarakat perdesaan; dan Berkelanjutan, konsisten dan berkesinambungan.

Oleh karena itu dukungan untuk pengembangan P4S harus hati-hati agar tidak mematikan semangat kemandirian, kebersamaan, dan aspek lainnya tersebut sehingga P4S tetap berkembang atas semangat bersama para petani dan masyarakat perdesaan.

Dukungan fisik dan sarana tentu penting terutama yang mendorong penggunaan sarana moderen dengan tingkat efisiensi dan efektifitas tinggi. Yang harus diutamakan adalah informasi teknis dan perkembangan teknologi terkini pada setiap subsistem agribisnis dari hulu sampai dengan hilir, yang mampu ditangkap dan diaplikasikan petani secara riil di lapangan.

Yang sering terlupakan adalah pembinaan pengelolaan lembaga tersebut sehingga dapat berlangsung efektif dan tetap berperan berkelanjutan dalam memberikan informasi kepada petani. P4S memerlukan kualitas kepemimpinan tinggi yang tidak hanya mengerti aspek teknis pertanian, tetapi psikologi sosial dan komunikasi sehingga misi penyuluhannya sampai ke petani. P4S harus menjadikan petani mempunyai trust dan tetap haus akan informasi dan ingin terus belajar menambah pengetahuan baru.

Masa depan penyuluhan adalah penyuluhan yang mandiri, kalau perlu yang berdiri sebagai entItas bisnis, yang dicari dan dibutuhkan oleh petani karena mereka mengelola informasi dan pelatihan yang memberikan manfaat kepada petani, tidak hanya fisik tetapi juga finansial. Jadi sangat tepat jika P4S didorong dan didukung dengan berbagai cara agar berperan lebih besar dalam memberikan penyuluhan kepada petani.

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018