Jumat, 23 Februari 2024


Pangan Perlu Solusi Tuntas

20 Peb 2023, 07:34 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, SYL bersama Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi saat panen kedelai di Banten | Sumber Foto:Humas Kementan

Oleh : Memed Gunawan

Isu krisis pangan bukan hanya peringatan FAO dan prediksi dunia akhir-akhir ini saja, karena kita juga sudah berpengalaman mengalami krisis pangan pada tahun-tahun sebelumnya. Tingginya kasus stunting saat ini boleh jadi terkait dengan krisis pangan masa lalu.

Kasus rawan pangan juga masih mengancam beberapa daerah. Puncak panen raya memang akan terjadi pada Maret hingga April 2023 mendatang sehingga sementara akan memberikan rasa aman. Tetapi masalah pangan nasional memerlukan solusi tuntas dengan mengerahkan semua potensi. Apakah itu?

Krisis pangan global kali ini adalah akibat kondisi kompleks mulai dari perubahan iklim, kegaduhan geopolitik, ancaman krisis ekonomi global dan tekanan pandemi Covid yang masih juga belum seratus persen usai. Bagi Indonesia krisis pangan menjadi lebih menguatirkan karena masih tingginya masalah stunting yang diderita penduduk Indonesia. Masalah stunting sangat menghawatirkan dan ternyata keberhasilan penanggulangannya juga masih lambat, hanya mencapai 25 persen.

Pada jangka pendek kita berharap panen yang akan segera datang, pengembangan Food Estate dan program peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan, menjadi solusi walaupun masih ada permasalahan di sana-sini.

Akan tetapi populasi penduduk terus meningkat, sementara lahan pertanian yang subur sudah terdegradasi dan sebagian sudah dikonversi menjadi lahan industri dan perumahan serta fasilitas sosial. Dalam jangka panjang masalah pangan ini akan menjadi persoalan semakin besar yang semakin sulit ditangani.

Kita bicara persaingan masa depan yang bertumpu pada kualitas sumberdaya manusia. Dan pangan, selain pendidikan, adalah kunci untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental anak bangsa. Maka penanganan stunting sangat penting dan harus menjadi prioritas. Dan pangan adalah salah satu solusinya.

Krisis pangan telah menjadi perhatian Menteri Keuangan, yang segera merespon dengan mengalokasikan anggaran untuk menghadapi krisis pangan dan energi tahun mendatang.

Belanja untuk ketahanan pangan meningkat menjadi Rp 104,2 triliun dari Rp 90 triliun tahun ini. Di mana pemerintah pusat membelanjakan Rp 81,7 triliun dan transfer ke daerah Rp 22,5 triliun. Tahun 2023 dunia tidak hanya dihadapkan dengan ancaman resesi global tetapi juga ancaman krisis pangan di berbagai negara-negara dunia.

Pangan perlu solusi tuntas. Food Estate dengan berbagai penyempurnaan konsep dan pelaksanaan teknisnya merupakan salah satu Program Strategis Nasional guna membangun lumbung pangan nasional. Hasilnya belum optimal, upaya ekstensifikasi ini perlu penyempurnaan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Selain itu masih terbuka ruang untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan merealisasikan potensi produksi, mengurangi loss, meningkatkan efisiensi pengolahan, diversifikasi konsumsi dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Kita perlu apresiasi upaya pemerintah untuk melindungi petani dengan melibatkan perusahaan BUMN sebagai offtaker beberapa produk pertanian. Kita memerlukan harga pangan yang memberikan insentif buat petani berproduksi dan meningkatkan kesejahteraannya, serta rasa aman bagi konsumen. Semua itu adalah kebijakan pemerintah.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018