Sunday, 15 February 2026


Nilai Kejujuran Dalam Bisnis

31 Mar 2025, 18:57 WIBEditor : Herman

Minyak Kita

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kasus kecurangan dalam bisnis Minyakita yang menyeruak akhir-akhir ini hanyalah salah satu dari kecurangan bisnis yang banyak terjadi di negeri ini. Sejumlah kecurangan yang merugikan rakyat terus berulang. Penipuan yang telah banyak dikeluhkan seperti pupuk palsu, pestisida palsu, benih dan bibit palsu telah merugikan petani. Belum lagi ada obat palsu, beras dan bensin oplosan, sayuran dan buah terkontaminasi bahan kimia, yang terlihat cantik dan segar tapi berdampak negatif bagi kesehatan.

Hampir semuanya sulit terditeksi karena tidak terlihat secara kasat mata, bahkan harus melalui analisis laboratorium. Yakinkah kita akan kandungan gizi atau bahan aktif yang tertera dalam kemasan makanan atau obat ketika informasi sudah tidak bisa diandalkan?

Iklan yang menyesatkan adalah juga salah satu bentuk ketidakjujuran dalam bisnis. Perbedaan kualitas yang diiklankan dengan barang yang sampai di tangan konsumen dalam pembelian barang melalui online banyak dikeluhkan. Perusahaan yang tidak jujur seharusnya dikucilkan, produknya tidak diiklankan oleh media. Cara ini efektif untuk membuat konsumen terhindar dari kecurangan dalam belanja lewat online.

Di antara sekian banyak kasus yang mengemuka, minyak goreng Minyakita hanyalah salah satunya. Volumenya tidak sesuai dan harganya juga di atas HET. Itu pun kecurangannya segera bisa dilihat karena kemasan tidak terisi penuh.

Kalau saja volume kemasannya yang dikurangi tetapi tetap terisi penuh, kecurangannya tidak akan mudah diketahui. Sedangkan soal HET, kecurangan memang harus selalu diantisipasi karena penentuan harga seperti HET rawan kecurangan sehingga memerlukan upaya berbiaya tinggi untuk menjaganya dari fluktuasi akibat mekanisme pasar.

Dari semua aspek, kecurangan dalam bisnis selalu berdampak buruk. Kehilangan trust yang menjadi syarat bagi berkembangnya satu usaha sulit untuk kembali. Bukankah pepatah mengatakan "Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya".  Bahkan kitab suci menyebutkan berkali-kali, "Sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil".

Akibat kecurangan bisnis, konsumen yang kehilangan kepercayaan akan mengakibatkan bisnis jatuh bebas. Kepercayaan itu dibangun dalam waktu lama, dengan effort yang besar dan dilakukan secara terus menerus. Ketika kecurangan muncul dan apalagi jika terjadi berkali-kali, maka trust hilang dan merugikan kedua belah pihak, konsumen maupun produsen. 

Kecurangan dalam bisnis akan berdampak pada bisnis jangka panjang akibat kehilangan kepercayaan, kerugian finansial, dampak terhadap karyawan, moral, komunitas, konsumen, mitra bisnis, yang menghancurkan perkembangan bisnis secara keseluruhan.

Di era persaingan yang semakin ketat dan tak terhindarkan akan terus terjadi, kejujuran dalam berbisnis sudah sepantasnya didahulukan dan kecurangan dipangkas habis, atau kita akan menghadapi ancaman perkembangan bisnis yang serius.

Standar kualitas harus diterapkan dan diawasi, serta sangsi hukum diterapkan dengan tegas. Petani dan konsumen telah menderita kerugian besar akibat kecurangan dalam berbisnia yang terjadi. Kejujuran memang pangkal dari segala kemajuan. 

 

Oleh : Memed Gunawan

 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018