Sunday, 25 October 2026


Perwakilan FAO Indonesia dan Timor Leste, Mark Smulders: Pemerintah Indonesia Harus Bersiap Diri

25 Oct 2016, 12:12 WIBEditor : Kontributor

Perubahan iklim memang menjadi momok tersendiri dalam peningkatan produksi pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organitation) pun telah mengingatkan sejak jauh-jauh hari terhadap ancaman krisis pangan.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Mark Smulders menilai, bangsa Indonesia masih beruntung tidak mendapatkan dampak seburuk Filipina dan Karibia karena adanya angin siklon atau badai tropis. Namun dia menilai, dampak El-Nino tahun lalu cukup membuat Indonesia waspada.

“Tapi lagi-lagi pemerintah sudah mampu mengantisipasinya sehingga dampaknya bisa dikatakan sangat minimal,” katanya. Namun dia mengingatkan, Indonesia harus benar-benar mempersiapkan diri mengantisipasi perubahan iklim. Tidak hanya periode kering, tapi juga saat terjadi peningkatan intensitas hujan.

Beberapa penelitian di FAO menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara yang akan  paling menderita akibat perubahan iklim, terutama kekeringan dan banjir. Pasalnya, fenomena ini akan menurunkan produksi pangan dan kapasitas produksi. “Misalnya, di Pulau Jawa karena perubahan iklim, diramalkan terjadi penurunan produksi sebesar 5% pada tahun 2025 dan penurunan 10% pada tahun 2050 mendatang,” ungkap Mark.

Mengenai posisi ketahanan pangan Indonesia, Mark Smulders menuturkan, pemerintah telah melakukan dengan sangat baik dalam meningkatkan total ketersediaan makanan untuk penduduknya. Namun, dia mengingatkan lagi, tantangan ketahanan pangan tidak hanya mengantisipasi perubahan iklim, tapi faktor lainnya seperti urbanisasi.

“Sekarang, banyak orang yang lebih mengadu ke kota karena lahan desa makin tidak menguntungkan. Banyak pemuda yang tidak tertarik kembali mengolah sawah. Kalau seperti ini, siapa yang akan menghasilkan makanan?” ungkapnya.

Perhitungan Mark, untuk memberi makan penduduk dunia sekitar 9 miliar orang pada tahun 2050, produksi pangan harus naik sebesar 60%. Jadi, Indonesia harus secara signifikan meningkatkan produksi pangan untuk memberi makan generasi mendatang.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018