Sunday, 14 June 2026


Mengelola dengan Keikhlasan

19 Dec 2014, 09:40 WIBEditor : Ika Rahayu

Ketua Posluhdes Candirejo, Teguh

Banyak suka duka yang dirasakan dalam mengelola Posluhdes. Tapi untuk bisa sukses menjaga keberadaan Posluhdes, yang pasti diperlukan keikhlasan karena kelembagaan penyuluhan di tingkat desa ini tak menjanjikan upah besar bagi pengelolanya.

“Posluhdes itu milik kami, karenanya kamilah yang bertanggungjawab untuk mengelola dan mengembangkannya.  Untuk itu diperlukan keikhlasan termasuk untuk mengeluarkan dana pribadi,” tegas Teguh, yang didaulat menjadi pembicara pada kegiatan Apresiasi Pengurus Kelembagaan Posluhdes, di BBPP Batu Malang.

Meski telah berusia 65 tahun, Teguh tampak begitu antusias menjadi pengelola sekaligus Ketua Posluhdes Candirejo yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Saya terus bersemangat karena kepala desa kami mendukung penuh keberadaan kami bahkan menyediakan tempat khusus sebagai sekretariat Posluhdes tak jauh dari kantor desa,”  kata Teguh yang mengaku menjabat ketua sejak berdirinya Posluhdes di tahun 2011.

Kepala desa Candirejo sendiri, menurut Teguh. dalam susunan kepengurusan ditetapkan sebagai pelindung. Di samping dirinya, empat penyuluh swadaya meliputi penyuluh pertanian, peternakan, perikanan dan penyuluh kehutanan juga kini aktif  sebagai pengelola.

Juara III Tingkat Provinsi      

Saat ini Posluhdes Candirejo  menghimpun para petani dari enam kelompok tani dan satu Gapoktan. Kesemuanya adalah petani tumpang sari yang mengusahakan tanaman jagung, cabe, kacang tanah   dan terbanyak sebagai petani pepaya jenis California. “ Gapoktan itu punya usaha simpan pinjam dan usaha lainnya. Posluhdes kami antara lain dibiayai dari usaha-usaha yang dijalankan Gapoktan tadi,” katanya.

Dengan adanya suplai dana dari anggota sendiri maka sedikit demi sedikit Posluhdes Candirejo bisa melengkapi sarana prasarana yang diperlukan untuk berjalannya aktivitas di Posluhdes. Aktivitas dimaksud antara lain pelaksanaan kegiatan rembug tani setiap 35 hari sekali yang dihadiri pengurus dan perwakilan petani.

Rembug tani dinilai Teguh sebagai aktivitas yang penting dilakukan karena saat itu dibahas perencanaan kegiatan  sekaligus evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. “Pada kesempatan ini kita bisa saling berbagi pengalaman serta bisa memecahkan masalah secara bersama,” ujarnya.

Dengan secara rutin melaksanakan kegiatan rembug tani pada akhirnya terjalin keterikatan di antara pengurus dan anggota Posluhdes dan otomatis sekretariat Posluhdes terus diramaikan oleh kehadiran petani.

“Alhamdulilah  kami sudah mendapat penghargaan sebagai juara III Posluhdes terbaik se Provinsi Jawa Tengah,” kata Teguh. Suatu kesuksesan yang patut diraih, buah dari kerja keras dan keikhlasan untuk terus mengembangkan sosok Posluhdes di tanah air. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018