Thursday, 24 September 2020


Penyelidikan Dugaan Kartel Daging Rampung 30 Hari Lagi

17 Apr 2013, 06:08 WIBEditor : administrator
Jakarta -Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan hasil penyelidikan terhadap dugaan kartel daging sapi baru akan rampung dalam waktu 30 hari ke depan. “Sekarang statusnya penyelidikan dan belum ditentukan siapa terlapornya (yang diduga melakukan pelanggaran),” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Komisi Pengawas Persaingan Usaha Ahmad Junaidi kepada Tempo, Sabtu 30 Maret 2013.

Saat ini, tim investigasi KPPU masih mengumpulkan keterangan, data dan bukti hukum keterlibatan importir maupun distributor dalam mengendalikan harga daging sapi yang menyebabkan lonjakan. KPPU baru bisa meningkatkan status penyelidikan menjadi pemeriksaan jika ditemukan dua alat bukti yang menunjukkan adanya kartel dan keterlibatan pelaku usaha.

“Bisa jadi proses penyelidikan tidak sampai naik ke pemeriksaan jika terbukti permasalahannya bukan karena kartel melainkan ada jual beli izin atau ketidakseimbangan pasokan dan permintaan,” ujarnya.

Karena semua hal masih memiliki kemungkinan, maka tim investigasi KPPU harus melakukan validasi dan klarifikasi dari setiap temuan. Lamanya proses penyelidikan juga disebabkan dokumen yang ditemukan harus terbukti memiliki korelasi terhadap dugaan pelanggaran.

Dalam mengumpulkan data dan fakta, tim investigasi KPPU sudah memeriksa belasan importir daging sapi dan satu distributor. Dari situlah, lanjut Junaidi, KPPU baru akan bisa mengetahui struktur pasar, penerima izin, dan jalur distribusi daging sapi di dalam negeri.

“Dari situ pula kami bisa identifikasi usulan perbaikan sistem. Tapi 30 hari kerja lagi kami baru bisa dapatkan informasi. Bisa cepat atau lama karena harus dapat dua alat bukti, baru bisa naik ke pemeriksaan,” kata dia.

KPPU tengah menelusuri adanya dugaan kartel daging sapi. Penelusuran ini didasari adanya lonjakan harga daging sapi sejak akhir tahun lalu, hingga puncaknya harga daging sempat menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram pada pertengahan Februari lalu.

ROSALINA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018