Monday, 19 October 2020


Penataan Varietas Tebu Sesuai Tipologi Wilayah

17 Jun 2013, 11:10 WIBEditor : Ahmad Soim

Penataan varietas tebu merupakan salahsatu langkah penting yang harus dilakukan di masing-masing wilayah pengembangan tebu agar rendemen gula yang diperoleh dapat optimal.

Tujuan penataan varietas tebu adalah untuk mendapatkan komposisi varietas tebu unggul pada wilayah tertentu secara proporsional berdasarkan tingkat kemasakan sehingga masa giling optimal dapat dicapai dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan rendemen minimal 10%. Permasalahan yang ada pada saat ini adalah penggunaan varietas-varietas tebu yang belum didasarkan pada tipologi wilayah dan komposisi kemasakan yang seimbang antara masak awal, masak tengah dan masak akhir, sehingga rendemen tidak optimal.
Penataan varietas tebu meliputi: (1) Penentuan varietas unggul yang akan ditanam sesuai dengan tipologi lahan pengembangan; (2) Penetapan komposisi kemasakan yang seimbang antara tebang awal, tengah dan akhir pada suatu wilayah; (3) Kesesuaian varietas unggul dengan rencana tebang dan masa tanam; (4) Ketersediaan bahan tanam yang sehat, murni dan tepat waktu pada saat dibutuhkan.

Penetapan Varietas Unggul Tebu 
Untuk memperoleh varietas unggul di setiap pabrik gula perlu dilaksanakan tahapan, pertama, Koleksi Varietas: Semua benih sumber yang diperoleh dari manapun dalam jumlah terbatas segera dilakukan penangkaran bibit hingga mencukupi untuk kegiatan Orientasi Varietas (ORVAR). Koleksi varietas ini apabila dalam adaptasinya tidak cocok, maka verietas tersebut dapat dihapuskan dari koleksi.
Kedua, Orientasi Varietas: Orientasi varietas ini dilakukan pada varietas-varietas bina yang baru, untuk melihat potensi daya adaptasinya, kemampuan produksi, kesehatan tanaman dan daya keprasnya. Di samping itu juga untuk mengidentifikasi tipologi lokasi spesifik yang sesuai untuk keragaan produktivitas, serta mempelajari perilaku dan kebutuhan teknis yang harus dipenuhi suatu varietas agar berproduksi tinggi. Pada tebu rakyat, pengadaan sumber bahan tanam harus dilakukan koordinasi dengan P3GI. Rekomendasi terhadap varietas bina yang akan diadaptasikan semaksimal mungkin berasal dari kelas benih penjenis atau KBP, yaitu bibit yang berasal dari kultur jaringan dan atau dirawat air panas. Secara simultan kegiatan ORVAR juga diikuti dengan penangkaran bibit varietas bina tersebut untuk penjenjangan pada kelas benih dasar (KBN) yang selanjutnya akan diteruskan tahapannya menjadi kelas benih pokok (KBI) dan kelas benih sebar (KBD).

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066).

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018