Untuk menjamin ketahanan dan kemandirian pangan, Kementerian Pertanian pada tahun 2015 telah menetapkan target produksi padi sebesar 73,40 juta ton, jagung sebesar 20,33 juta ton dan kedelai sebesar 1,27 juta ton. Untuk itu pemerintah telah mengambil kebijakan Upaya Khusus (UPSUS) Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Salah satunya melalui Program Food Estate di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.
Kabupaten Merauke merupakan salah satu dari 29 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua terletak di bagian selatan yang memiliki wilayah terluas di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua. Secara geografis letak Kabupaten Merauke berada antara 1370 - 1410 BT dan 50 00’9 00’ LS.
Kabupaten Merauke terletak paling timur wilayah nusantara dengan batas-batas, sebelah utara dengan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Mappi. Sebelah timur dengan Negara Papua New Guinea. Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Arafura, dan barat berbatasan dengan Laut Arafura.
Keadaan topografi Kabupaten Merauke umumnya datar dan berawa di sepanjang pantai dengan kemiringan wilayahnya 0-3%. Ke arah utara yakni mulai dari Distrik Tanah Miring, Jagebob, Elikobel, Muting dan Ulilin keadaan topografinya bergelombang dengan kemiringan 0–8%.
Kondisi geografis Kabupaten Merauke yang relatif masih alami merupakan tantangan. Namun juga peluang pengembangan bagi Kabupaten Merauke yang masih menyimpan banyak potensi ekonomi untuk menunjang pembangunan.
Perluasan Areal
Upaya perluasan areal sawah sangat penting untuk mendukung pemantapan ketahanan pangan, mengingat kebutuhan produksi tanaman pangan khususnya padi terus meningkat. Sementara alih fungsi lahan sawah setiap tahun terjadi cukup luas yang bisa menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lahan pertanian pangan.
Karena itu diperlukan alternatif lokasi yang sangat potensial untuk perluasan areal tanaman pangan. Kabupaten Merauke, Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk perluasan areal tersebut.
Sehubungan hal itu, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui MoU didukung Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Papua serta Pemda Kabupaten Marauke.
Kerjasama tersebut untuk mewujudkan program ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan lahan-lahan potensial di Merauke yang belum tergarap untuk dijadikan lahan produksi tanaman pangan, khususnya padi. Targetnya seluas 10 ribu ha hingga tahun 2017.
Tahapan pembukaan lahan persawahan. Pertama, pemetaan rencana lokasi pembukaan lahan sawah seluas 10.000 ha. Kedua, Survei Investigasi dan Desain (SID) tahap pertama pembukaan lahan sawah 400 ha. Ketiga, persiapan pelaksanaan acara adat dengan pemilik hak ulayat dan masyarakat pada lokasi pembukaan lahan sawah di Tanah Miring dan Semangga Kampung SP V, dan Semangga 3 untuk TA 2015. Keempat, SK calon lokasi CS 400 ha dan rencana petani penggarap. Kelima, penyiapan dokumen lingkungan ke Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke.
Adapun lahan cluster 1 dengan luas total sisa potensi sawah area APL seluas 10.300,85 ha. Rencana perluasan yang akan dikerjakan, baik di Distrik Tanah Miring maupun Distrik Semangga di Kawasan Marga Mulya dan Yasa Mulya yakni, Kawasan Sumber Harapan seluas 1.543,06 ha, Kawasan Muram Sari (1.126,22 ha), Kawasan Sirap-W. Nanggo (1.803,84 ha), Kawasan Waninggap Kay (134,22 ha), Kawasan Isanombias (397,04 ha), Kawasan Yabamaru (698,14 ha), Lahan Show Windo (400 ha) sekitar 486,04 ha, Kawasan Wasur II Rimba Jaya Bagian Utara (2.002 ha), dan Kawasan KP Nasem Bagian Selatan seluas 2.110 ha.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Fathan A. Rasyid mengatakan, hingga kini areal tanam yang telah selesai diolah menjadi areal lahan pertanian, khususnya padi seluas 400 ha. Areal tersebut telah dilengkapi sarana saluran irigasi. Namun demikian perlu dukungan sarana prasarana lainnya seperti hand-tractor, pompa air, rice-transplanter, serta pupuk dan benih Varietas Unggul Baru (VUB)/bersertifikat.
“Kami berharap lahan tersebut sudah siap untuk ditanami padi pada musim tanam Oktober 2015-Maret 2016. Kami targetkan perluasan areal lahan pertanian seluas 10 ribu ha,” katanya.
Penyuluh Kawal Upsus
Fathan menghimbau agar penyuluh pertanian yang berada di wilayah kerja Kabupaten Merauke melaksanakan seluruh kegiatan pengawalan dan pendampingan Upsus percepatan peningkatan swasembada padi, jagung, dan kedelai guna mencapai target sesuai yang telah ditetapkan.
Hal ini katanya, karena pemanfaatan dan pengolahan lahan sawah yang baru dicetak merupakan kegiatan yang sangat perlu diperhatikan. Apalagi lahan tersebut sangat mudah untuk menjadi semak kembali.
Karena itu menurut Fathan, petani perlu dibina dan didampingi secara intensif, baik dalam pelaksanaan kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen serta pasca panen dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi. Penyuluh pertanian juga dapat berkoordinasi dengan petugas lapangan/perangkat UPT Dinas yang menangani tanaman pangan di lapangan.
Fathan juga meminta penyuluh pertanian memantau penyaluran benih, pupuk dan alsintan agar petani dapat segera mengusahakan lahan sawah tersebut secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Selanjutnya untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut, Fathan mengingatkan, penyuluh pertanian agar membangun kerjasama yang solid dengan pihak lainnya, terutama untuk memfasilitasi kemudahan petani.
“Penyuluh agar membantu petani dalam mengakses sarana produksi, sumber permodalan, pengolahan hasil serta pemasaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Menurut Fathan, pengawalan dan pendampingan UPSUS percepatan peningkatan swasembada padi, jagung, dan kedelai diperlukan komitmen yang nyata dari penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan di wilayah kerja masing-masing. Karena itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Papua bersama SKPD lainnya harus bersinergi dalam melaksanakan pengawalan dan pendampingan demi keberhasilan program tersebut. Yul
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto