Monday, 12 October 2026


Apa Kabar Sertifikasi Penyuluh?

06 Oct 2015, 09:07 WIBEditor : Kontributor

Prestasi bagi sebagian orang dianggap misteri. Tapi bagi sebagian orang malah menjadi sebuah target dan obsesi. Tidak sedikit orang menganggap prestasi adalah sebuah mimpi.

Lalu bagaimana dengan Sertifikasi Penyuluh? Sertifikasi penyuluh adalah sebuah lompatan prestasi bagi seorang penyuluh yang telah mengikuti uji kompetensi secara komprehensif dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian. Bahkan sekaligus sebuah penghargaan bagi penyuluh.

Sertifikasi merupakan prestasi penyuluh pertanian yang telah menunjukkan hasil karya nyata yang positif. Boleh dikatakan sebuah tangga menuju sukses, atau sebuah tiket masuk untuk menikmati sukses.

Namun demikian untuk mengikuti uji sertifikasi profesi penyuluh pertanian, ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bukan sekedar mengumpulkan forto polio, tapi banyak sekali persyaratan dan tahapan yang harus ditempuh.

Terutama harus dapat mengumpulkan data dan membuktikan data-data sebagai barang bukti (barbuk) pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian minimal selama 2-3 tahun terakhir. Yang pasti data-data tersebut harus ada dan tersusun dengan baik dan rapi.

Karena itu sertifikasi merupakan perjuangan dan pengorbanan seorang penyuluh. Hal ini tentu saja menyita waktu, tenaga, pikiran dan biaya. Itupun baru tahap proses persiapan pengumpulan data rencana pelaksanaan kegiatan maupun realisasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.

Tahap selanjutnya mengikuti pelaksanaan kegiatan uji kompetensi secara komprehensif. Adapun mengenai tempat penyelenggaraan pelaksanaan uji sertifikasi, sudah ditentukan panitia penyelenggara. Jadi peserta tidak bisa memilih tempat keinginan sendiri. Misalnya mau dekat, seperti penyuluh dari Bandung dekat ke Lembang.

Selanjutnya penyuluh pertanian diuji kompetensinya secara komprehensif. Dimulai dari uji tertulis, uji menunjukkan barang bukti kegiatan pelaksanaan penyuluhan, uji wawancara kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan uji kemampuan memberikan penyuluhan.

Adapun materi yang diujikan, untuk Level Supervisor. Pertama, Bagaimana menyusun programa penyuluhan pertanian. Kedua, Bagaimana menyiapkan materi penyuluhan pertanian. Ketiga, Bagaimana menerapkan media penyuluhan pertanian.

Keempat, Bagaimana menerapkan metoda penyuluhan pertanian. Kelima, Bagaimana mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian. Keenam, Bagaimana melaksanakan pengkajian penyuluhan pertanian.

Karena itu penyuluh yang berprestasi, belum tentu sukses. Sementara orang sukses pasti berprestasi. Hanya saja, penyuluh yang berprestasi sudah tentu unggul. Paling tidak mempunyai nilai jual, kontributif, jauh di atas rata-rata, dan cukup membanggakan serta patut mendapat penghargaan.

Lalu bagaimana dengan penyuluh teladan? Penyuluh teladan pun adalah sebuah prestasi yang diraih seorang penyuluh dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, pengujian bagi penyuluh teladan lebih mudah dibandingkan uji sertifikasi. Untuk penyuluh teladan prosesnya tidaklah sesulit sertifikasi dan kompetisinya pun tidak seketat sertifikasi.

Tapi untuk penyuluh teladan punya kelebihan tersendiri, yaitu prosesnya agak mudah. Namun hasil penghargaannya pun jauh lebih cepat diterima dan dinikmati penyuluh teladan, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Sertifikasi Kompetensi

Lalu apa kabar dengan sertifikasi penyuluh? Apakah seorang penyuluh yang telah dinyatakan lulus dan mendapatkan Sertifikasi Kompetensi (Certificate Competencies), yang diberikan oleh Atas Nama Badan Nasional Sertifikasi Profesi mendapat reward atau Tunjangan Sertifikasi Penyuluh?

Ini masalah yang mengganjal dan selalu menjadi pertanyaan bagi penyuluh, baik yang belum maupun yang sudah lulus mengikuti sertifikasi. Selama ini penyuluh yang sudah lulus mengikuti uji sertifikasi cukup dengan selembar kertas Sertifikasi Kompetensi saja. Hal ini berdampak terhadap semangat dan gairah penyuluh, terutama terhadap penyuluh yang akan mengikuti uji sertifikasi penyuluh.

Sertifikasi penyuluh, mestinya menjadi sebuah lompatan prestasi bagi para penyuluh. Yakni, sebagai stimulus, pemicu dan motivasi agar lebih terpacu dalam semangat bekerja dan meningkatkan prestasi kerja. Bukan malah membuat penyuluh menjadi loyo, mundur, tidak semangat dan tidak bergairah.

Tunjangan profesi penyuluh, baik untuk yang belum mengikuti maupun yang telah mendapatkan legalitas lulus sertifikasi penyuluh, sebenarnya sangat diharapkan dan dinantikan para penyuluh. Jika dapat direalisasikan maka akan menjadi bahan bakar semangat bagi penyuluh. Sekaligus sebagai wujud nyata penghargaan pemerintah terhadap penyuluh, dan penyuluh juga sama manusia. Perlu sejahtera.

Lalu, apa kabar kondisi penyuluh di lapangan dalam menyikapi sertifikasi saat ini? Pada umumnya kini penyuluh enggan, bahkan banyak yang apatis dan tidak memberikan respon positif mengikuti sertifikasi. Kabar terakhir di kalangan penyuluh mengatakan, sudahlah stop saja sertifikasi penyuluh itu.

Kenapa? Banyak penyuluh beralasan sertifikasi penyuluh tidak bermakna dan tidak membanggakan. Penyuluh juga tidak merasa mendapat penghargaan yang layak. Banyak penyuluh senior yang telah lulus dan mendapat sertifikasi sudah pensiun. Bukan hanya itu, ada yang sudah meninggal tidak sempat menikmati hasil karyanya.

Pertanyaan selanjutnya apa makna sesungguhnya dari prestasi penyuluh? Boleh jadi, prestasi itu sebuah bentuk ujian bagi penyuluh. Penyuluh diuji supaya tidak terlena kebanggaan, ataupun membangga-banggakan. Tapi di sisi lain, prestasi adalah sebuah penghargaan bagi penyuluh agar lebih terpacu meraih prestasi yang lebih tinggi. Lebih baik lagi untuk mendekatkan diri pada Illahi. Sucipta (Penyuluh BPP Kec. Sindangbarang, Cianjur)/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018