Semangat swasembada pangan tidak hanya ada di pemerintah. Petani juga tak mau ketinggalan untuk mewujudkan target tersebut.
Salah satunya Tardi, salah seorang anggota Kelompok tani Tani Maju Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Indramayu, telah mengembangkan tanaman padi legowo dua di lahan pekarangannya. Pengembangan tanaman padi di pekarangan sebenarnya bukan merupakan hal baru, di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, karena sudah banyak diterapkan petani.
Di Kabupaten Indramayu tanaman padi di pekarangan telah banyak diperkenalkan kepada petani, namun perkembangannya masih terbatas. Di Kecamatan Tukdana, menurut Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tukdana, Yoyo Hudaya, anggota kelompok tani yang berusaha seperti Tardi sebenarnya ada sebanyak lima petani yang tersebar di lima desa.
“Namun yang terus-menerus mengembangkan pak Tardi. Jauh sebelumnya dia juga telah memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman hias dan kangkung darat. Karena pendapatan kurang memuaskan, sejak musim tanam 2013/2014 pak Tardi mencoba beralih menanam padi di lahan pekarangan,” tutur Yoyo.
Tardi hanya memiliki lahan seluas 5 bata atau 70 meter persegi. Dia menyulap lahannya dengan menanam padi dalam polibag. Dari luas tersebut lahan pekarangannya mampu menampung 540 polibag tanaman padi. Sebagai wadahnya yaitu polibag dengan diameter 28 cm diisi dengan kompos.
Sarana produksi yang disiapkan adalah kompos sebanyak dua trailer traktor untuk media tanaman sebanyak 540 polibag padi, 20 karung sekam dengan volume masing-masing 25 kg dan kompos enam karung @ 50 kg. “Pemeliharaan tanaman padi di pekarangannya ternyata lebih mudah dibandingkan di areal persawahan,” ujar Tardi.
Berdasarkan pengamatan Tardi, umur tanaman padi dalam polybag mencapai 102 hari setelah tanam benih. Dari hasil sampel panenan jumlah rata-rata anakan 37 dengan berat 89,9 gram. Dengan demikian dari luasan 70 m persegi dengan jumlah polybag yang ada sebanyak 540 buah, maka produksi padi yang dihasilkan mencapai 48,55 kg.
Dalam mengelola usahatani padi, Tardi tidak hanya mengejar produksi yang tinggi. Tapi bagaimana memperoleh pendapatan yang layak diterima petani. Tanaman padi di pekarangan memerlukan biaya Rp 246.440. Sedangkan penerimaannya sebesar Rp 388.400 dengan demikian ada keuntungan sebesar Rp. 141.960. Bila dihitung B/C Rationya sebesar 1,58.
Edi Harnadi (Penyuluh Pertanian Madya Kab. Indramayu)/Yul
Analisa usahatani padi di pekarangan
|
No |
Uraian |
Volume |
Satuan |
Harga Satuan (Rp) |
Jumlah Biaya (Rp) |
Penerimaan (Rp) |
|
A |
Pengeluaran |
|
|
|
|
|
|
1 |
Polybag |
11 |
pak |
11.000,- |
121.000,- |
|
|
2 |
Kompos |
6 |
karung |
16.000,- |
96.000,- |
|
|
3 |
Benih |
0,040 |
kg |
11.000,- |
440,- |
|
|
4 |
Pupuk Urea |
2,5 |
kg |
2.000,- |
5.000,- |
|
|
5 |
Pupuk Ponska |
2 |
kg |
3.000,- |
6.000,- |
|
|
6 |
Pupuk NPK |
2 |
kg |
9.000,- |
18.00,- |
|
|
7 |
Pestisida |
- |
- |
- |
- |
|
|
|
Jumlah Biaya |
|
|
|
246.440,- |
|
|
B |
Penerimaan |
48,55 |
kg |
8.000,- |
|
388.400,- |
|
C |
Keuntungan |
|
|
|
|
141.960,- |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B/C ratio |
|
|
|
|
1,58 |
Teknik Menanam Padi di Polybag
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066