Sunday, 29 November 2020


Menyongsong Dominasi Positif Indonesia di Selatan Dalam Bidang Pertanian

16 Apr 2013, 23:30 WIBEditor : administrator
Workshop dalam rangka mereview program Kerjasama Selatan-Selatan di sector pertanian telah dilaksanakan di Botanical Square IPB Conventional Center  pada tanggal 18 Desember 2012 dengan menghadirkan pembicara-pembicara dari pemangku kepentingan yaitu Duta Besar Sudan H.E. Ambassador Abd. Al Rahim Al Siddig, Duta Besar Fiji H.E. Ambassador Ratu Seremaia Tuinausori Cavuilati, FAO Representative, JICA Representative, BAPPENAS, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretarat Negara dan Kementerian Pertanian.  Workshop dihadiri oleh instansi terkait yang berasal dari Kedutaan Besar Sudan, Fiji, Nigeria, Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara,  Sekretariat Kabinet, JICA, FAO, dan Universitas Indonesia.
Workshop tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi bantuan teknis dari Kementerian Pertanian juga untuk mensinkronkan program bantuan teknis bidang pertanian dimasa yang akan datang, agar searah dengan kebijakan yang telah dicanangkan untuk kerjasama selatan selatan.  Dalam arahannya Sekretaris Jenderal Kementarian Pertanian Hari Priyono menyampaikan bahwa kita harus  segera mengimplementasikan apa yang telah menjadi kesepakatan, dan untuk mengimplementasikan suatu kesepakatan harus dibuat perencanaan yang baik dan disesuaikan dengan prioritas kebutuhan dari negara-negara mitra yang membutuhkan. Sejauh ini, kegiatan unggulan yang didedikasikan Kementerian Pertanian untuk KSST meliputi bidang teknik agribisnis pertanian, metodologi pelatihan, mekanisasi pertanian dan pengelolaan air. Bentuk kegiatan yang selama ini dilaksanakan adalah pelatihan, seminar /workshop, magang, dan pengiriman tenaga ahli.
Pada Workshop tersebut Duta Besar Sudan dan Fiji sangat menghargai upaya Pemerintah Indonesia yang telah melaksanakan bantuan teknis kepada negara-negara selatan selama ini khususnya untuk bidang pertanian.  Lebih lanjut Duta Besar Sudan dan Fiji juga menyampaikan bahwa bantuan teknis pertanian masih sangat dibutuhkan  di negara-negara Afrika, Asia dan Pasifik.  Indonesia mempunyai potensi untuk memberikan bantuan teknis di negara-negara berkembang mengingat teknologi pertanian yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia dengan mudah dapat diterapkan oleh negara-negara tersebut yang kemampuan teknologinya juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia.  Perwakilan FAO dan JICA di Indonesia juga menyampaikan hal yang sama bahwa banyak potensi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara yang telah memasuki  tingkat middle income antara lain potensi SDM, Pusat-pusat Pelatihan, SDA, stabilitas politik dan lain-lain.
Sebagaimana diketahui, Indonesia dengan Sudan dan Fiji telah memiliki Memorandum of Understanding (MOU) bidang pertanian, dengan FAO juga telah mempunyai Letter of Intent dengan Indonesia serta MOU antara FAO, Indonesia dan Maldives, yang semuanya  merupakan pendukung sarana  untuk pelaksanaan kerja sama lebih lanjut.  Lebih jauh  Kepala Perwakilan FAO di Jakarta DR. Mustafa Imir juga menyampaikan pengalaman kerja sama FAO dengan Turki yang bisa dipakai sebagai salah satu masukan untuk program KSS Indonesia.
Sementara itu, Bappenas menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST) telah dimulai sejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955, peran dan kontribusi Indonesia dalam KSST dapat dilihat dari berbagai kerjasama teknik yang telah dilaksanakan sejak tahun 1981.  Namun demikian pelaksanaan KSST Indonesia masih ditrasakan belum optimal, belum terintegrasi dan belum berkelanjutan. Indonesia melalui Tim Nasional KSST telah menyusun Rencana Induk dan Cetak Biru KSST Indonesia dalam jangka waktu 2011 – 2025 sesuai dengan RPJPN 2005 – 20025 yang dibagai dalam 3 tahap yaitu 2011n – 2014, 2015 – 2019 dan 2020 – 2025.  Rencana Induk dan Cetak Biru KSST Indonesia akan direview secara berkala untuk disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi. Kementerian Pertanian sebagai salah satu Center of Excellence KSST diharapkan dapat mengembangan tema-tema dan kegiatan yang dapat dipromosikan untuk KSST dan pelaksanaan pelatihan dan pengiriman tenaga ahli pertanian yang telah dilakukan kepada negara-negara di Afrika dan Pasifik diharapkan dapat dikembangkan dan dapat dikoordinasikan deng Tim Koordinasi KSST Indonesia.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa KSST bisa memberikan manfaat bagi implementing Agency antara lain terekspos secara internasional, peningkatan kapasitas SDM dan Teknology, Informasi gratis tentang akses pasar sehingga membuka peluang ekonomi, dan semakin memperkuat citra Indonesia di dunia internasional.  Lebih jauh Direktur KST menyampaikan bahwa Maping KSST sudah dibuat mengingat keterbatasan pendanaan untuk KSST dan maping dibuat berdasarkan prioritas kepentingan nasional, komitmen dan hasil penjajakan.  Kerja sama teknik yang telah dilaksanakan oleh Direktorat KST mencakup 56 program di 49 negara dan diikuti oleh 1.014 peserta.  Bidang-bidang kerjasama yang telak dilaksanakan anatara lain perubahan iklim, energy terbarukan, pertanian, kehutanan, penanganan bencana, perikanan, microfinance, pemberdayaan perempuan, UKM, serta demokrasi dan good governance. (Tasripin – ed.) 
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018