Thursday, 16 July 2026


Mentan: Cabut Bantuan Anggaran Daerah Berkinerja Buruk

04 Jun 2015, 00:00 WIBEditor : Julianto

Pemerintah akan mencabut bantuan anggaran kepada daerah yang tidak mencapai target peningkatan produksi pangan. Hasil evaluasi sementara setidaknya ada 26 kabupaten yang berkinerja rendah.

Demikian ditegaskan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtan) di Jakarta, Rabu (3/6).

Berdasarkan evaluasi kinerja pelaksanaan Upaya Khusus (Upsus) percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai, terutama dalam kegiatan luas tanam pada periode Oktober-Maret terdapat 10 kabupaten yang berkinerja terbaik. Sebanyak 89 kabupaten berkinerja sedang dan 26 kabupaten berkinerja rendah.

“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada 10 kabupaten berkinerja terbaik,” tegasnya. Sedangkan untuk 26 kabupaten berkinerja rendah, Amran berharap bekerja lebih keras lagi. Jika tidak tercapai target pada evaluasi Oktober 2015, maka pemerintah tidak akan mengalokasikan anggaran pada tahun 2016. Anggaran nantinya akan dialihkan ke daerah lain yang berkinerja baik.

Demikian juga bagi 89 kabupaten yang berkinerja sedang, Amran juga meminta lebih giat lagi dalam pelaksanaan program agar tidak mendapatkan punishment yang sama. “Pemberian reward dan punishment kepada daerah tersebut telah kami laporkan kepada Presiden. Bahkan beliau men-support penuh terhadap seluruh upaya kita,” ujarnya.

Luas Tanam Bertambah

Amran mengatakan, selama priode Oktober 2014-Maret 2015 penyaluran pupuk meningkat 264,6 ribu ton atau 5,52%, realisasi perbaikan irigasi 833 ribu ha (32%), realisasi optimasi lahan 262 ribu ha (25%), dan realisasi traktor 19.670 unit atau sudah 75%.

Dengan data tersebut, diperkirakan luas tambah tanam Oktober 2014‐Maret 2015 sekitar 292.781 ha atau totalnya seluas 8.444.118 ha. Dengan tambahan luas tanam tersebut diperkirakan akan ada tambahan produksi 1.499.039 ton gabah kering giling (GKG). Diperkirakan produksi selama periode tersebut sekitar 43.233.884 ton GKG.

Sementara selama periode April-September 2015, diperkirakan akan ada luas tanam sebesar 6.843.311. Dengan tambahan luas tanam sekitar 960.266 ha. Dari jumlah tambahan luas tanam tersebut akan ada tambahan produksi sebanyak 4.916.562. Kalkulasinya selama periode April-September akan ada produksi sebanyak 35.037.752 ton GKG. Dengan demikian pada tahun 2015, produksi padi akan mencapai 78.271.636 GKG.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018