Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kembali melantik empat pejabat Pimpinan Tinggi Madya hasil lelang. Pelantikan ini merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya enam pejabat eselon satu.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 100/M Tahun 2015 ditetapkan empat orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Pertanian yaitu Gardjita Budi sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan, Syukur Iwantoro (Staf Ahli Bidang Investasi), Hasanuddin Ibrahim (Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional), Ani Andayani (Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian).
“Kepada pejabat yang baru dilantik, saya berharap segera berkonsolidasi dan menggerakkan sinergi dan kerjasama sesuai dengan jabatan yang diemban,” kata Amran.
Kepada Kepala Badan Ketahanan Pangan, Amran meminta agar segera melakukan upaya khusus dan langkah nyata mewujudkan ketersediaan dan cadangan pangan yang tetap terjaga, distribusi yang berimbang dan berperan aktif menjaga kestabilan harga pangan nasional.
“Kepada para Staf Ahli Menteri, supaya segera melakukan kerjasama dengan unit kerja teknis maupun lembaga terkait dan mengidentifikasi kebutuhan kebijakan, utamanya terkait Upsus Swasembada Pangan dan kebijakan lain sesuai tugas,” katanya.
Sebelumnya Menteri Pertanian melantik Dr. Justan Ridwan Siahaan menjadi Inspektur Jenderal (Irjen). Prof. Dr. Muladno, MSA menjadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menggantikan Syukur Iwantoro.
Dr. Spudnik Sudjono, MM menduduki kursi Dirjen Hortikultura, Dr. Pending Dadih Permana sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Dr. M. Syakir menjadi Kepala Badan Litbang Pertanian, serta Banun Harpini sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian.
Staf Ahli Menteri Bidang Investasi, Syukur Iwantoro mengatakan, peran staf ahli investasi ini sangat penting dan strategis dalam rangka membantu Menteri Pertanian melakukan percepatan berinvestasi. Untuk mendorong investasi di bidang pertanian, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Saya sendiri menjadi anggota tim terpadu percepatan investasi di bidang pertanian. Fokusnya kepada industri gula dan industri peternakan sapi. Mentan saat ini sedang meminta saya menjadi ketua kelompok upaya khusus percepatan industri gula dan industri peternakan sapi,” tuturnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Hasanuddin Ibrahim mengatakan, dirinya akan prioritas dalam perdagangan terlebih dahulu. Hubungan Internasional itu penting namun itu hal kedua. “Yang akan jadi titik pertama perhatian saya perdagangan dalam negeri terlebih dahulu dan juga ekspor. Untuk perdagangan ekspor saya pikir beberapa yang bisa kita speed up adalah dari hortikultura,” katanya.
Contohnya pisang yang kini bisa menembus pasar Jepang. Itu adalah sebuah titik awal yang patut diapresiasi. Apalagi untuk masuk pasar Jepang itu tidak mudah, bahkan lebih rumit dibandingkan masuk pasar Eropa. “Dengan masuknya pisang ke pasar Jepang, ini menjadi langkah awal untuk diikuti buah-buah lainnya,” katanya.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066