Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menemui petani padi di Kampung Gunung Sodong Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor (12/7) sekaligus silaturahmi bulan Ramadhan. Dalam kesempatan itu, Fadli Zon mendengarkan aspirasi petani padi yang ternyata produktivitasnya masih rendah.
Darya, petani padi di Gunung Sodong, menjelaskan ia menggarap lahan sawah seluas 3000 m2 hasil produksinya 8 kuintal, atau hanya 2,6 ton per ha. Darya menjelaskan sudah melakukan pemupukan urea 50 kg, ditambah pupuk ZA, P dan NPK. “Kami juga mengolah lahan dengan traktor karena tenaga kerja susah,” tambahnya.
Darya mengeluh kepada Fadli Zon bahwa biaya produksi padi sekarang terus meningkat, sementara harga jual di tingkat petani saat panen raya kemarin turun. “Kami mohon agar pemerintah memperhatikan nasib kami petani. Kami tidak memikirkan untung rugi, yang penting ada produksi bisa dibagi untuk saya dan pemilik lahan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Fadli juga menanyakan apakah para petani menerima bantuan raskin dari pemerintah. Kara, Ketua RT di Gunung Sodong mengatakan para petani menerima raskin tapi tidak tentu waktunya, terkadang tiga bulan sekali atau bahkan enam bulan. “Volume berasnya tidak sesuai dengan labelnya,” tambahnya.
Fadli Zon bertemu dengan para petani secara mendadak tidak lewat janji terlebih dahulu. Kebetulan mereka sedang sholat jamaah Ashar di Mushola Al Ichlas Gunung Sodong. Fadli memberikan salam kepada mereka dan mengatakan ingin menyerap aspirasi masyarakat bawah. Pertemuan dengan para petani dilakukan di rumah Ahmad Soim, alumnus Institut Pertanian Bogor. “Saya ini punya kantor satu gedung dengan Pak Soim di Jakarta. Saya di Kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Pak Soim di Kantor Tabloid Sinar Tani,” kata Fadli kepada para petani. Som
Editor : Ahmad Soim