Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Ir. Winarno Tohir menyatakan KTNA siap menjadi pelopor petani di pedesaan dan menjadi Penyuluh Pertanian (PPL) swadaya.
Dalam Rembug Paripurna KTNA Nasional 2015 di Boyolali Jawa Tengah, KTNA meminta kepada pemerintah agar lebih mengutamakan memberikan pelatihan buat petani nelayan dengan teknologi tepat guna dan manajemen kelompok agar bisa bersaing pada era pasar bebas Asean akhir tahun ini.
Sehari sebelum Rembug Paripurna, KTNA menggelar Expo KTNA 2015 dan Mimbar Sarasehan. Winarno mengatakan Expo KTNA 2015 ini adalah yang pertama dilakukan dan akan diseleranggakan setiap tahun bersamaan penyelenggaran Rembug Utama KTNA yang diselenggarakan setiap tahun.
"Rembug Utama diselengarakan untuk menyusun agenda tahunan KTNA," tambahnya. Rembug Utama akan dilaksanakan setiap tanggal 12 September, sekaligus peringatan lahirnya KTNA pada 12 September 2015.
KTNA menyambut baik program asuransi pertanian yang sudah dijalankan pemerintah. "Kita berharap asuransi ini bisa dipakai petani untuk mengakses kredit perbankan," tambahnya.
Menanggapi harapan KTNA , Direktur Pembiayaan Pertanian Mulyadi mengatakan salah satu manfaat asuransi pertanian adalah bisa dijadikan jaminan untuk mengakses kredit perbankan. Pada tahun ini, pemerintah baru bisa menjalankan asuransi pertanian untuk komoditi padi dan ternak sapi. Yang mendapatkan subsidi premi baru asuransi pertanian untuk padi. Seharusnya petani padi membayar premi Rp 180 ribu per ha, dengan subsidi petani hanya bayar premi Rp 36 ribu per ha.
Prof. Sjarifudin Baharsjah dan Prof Justika Baharsjah ikut hadir dalam Rembug Paripurna ini mengajak petani berpikir dan menggunakan kemampuan pikirnya dalam mengatasi kekeringan. "Kita sudah berulang kali mengalami kekeringan, untuk mengatasi hal ini kita kok seperti kaget, padahal kita punya pengalaman sejarah yang banyak, mari kita gunakan pikir kita," tambah Prof. Baharsjah.
Untuk mengatasi kekeringan Prof Baharsjah mengatakan perlu perluas wilayah kerja P3A, ada azas keadilan dalam pembagian air, dan diterapkan disiplin dari semua yang berkepentingan termasuk penerapan sanksinya.
Anugerah Abdi Bhakti Tani Nelayan
Dalam Rembug Paripurna kali ini KTNA memberikan anugerah penghargaan Abdi Bhakti Tani Nelayan Madya, Pratama, dan Utama. Menteri Pertanian Andy Amran Sulaeman dianugerahi penghargaan Abdi Bhakti Tani Nelayan Utama karena jasanya dalam mendampingi dan memotivasi petani nelayan.
Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional Winarno Tohir juga melantik kepengurusan asosiasi komoditi di bawahnya, yakni asosiasi petani padi Indonesia, asosiasi petani jagung Indonesia, dan asosiasi petani kedelai Indonesia. Pelantikan disaksikan Menteri Pertanian Andy Amran Sulaeman.
Menteri Pertanian hadir dalam Rembug Paripurna ini membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo. "Angka Ramalan II Badan Pusat Satistik 2015 yang diumumkan 2 November, produksi padi, jagung dan kedelai kita semuanya naik. Kita hargai keberhasilan petani ini dengan membeli produksi sendiri. Bulog beli dari petani," tambah Presiden RI Joko Widodo. Som/Humas BPPSDMP
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto