Monday, 16 March 2026


Gandeng Ragunan

04 Feb 2016, 16:54 WIBEditor : Kontributor

Untuk menyebarkan kembali usaha mina padi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak bisa berjalan sendiri, tapi harus menggandeng Kementerian Pertanian. Pasalnya, kementerian yang berkantor di Ragunan ini merupakan penanggungjawab dalam usaha tani padi.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, pihaknya sudah mengembangkan mina padi yang dikemas dalam kegiatan Ugadi sejak beberapa tahun silam. Sepanjang tahun 2016, Ditjen Perikanan Budidaya juga mendorong petani yang lahannya sudah dilengkapi dengan irigasi teknis untuk mengaplikasi mina padi.

“Target kita bisa mencetak mina padi seluas 1 juta ha. Kita sudah lakukan di Temanggung, Sukabumi, Sleman dan sejumlah daerah di luar Jawa lainnya,” kata Slamet Soebjakto.

Seperti Ugadi yang sudah dikembangkan di Sleman, Sukabumi dan sejumlah daerah lainnya akan menjadi primadona masyarakat.   Hal itu karena, sistem budidayanya mudah sehingga cepat diaplikasi masyarakat.  “Hasilnya relatif lebih menguntungkan dan tak mengganggu produktivitas padi. Justru dalam luasan yang sama hasil padinya jauh lebih banyak,” kata Slamet.

Direktur Pakan Ditjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Coco Kokarkin Soetrisno menambahkan, pihaknya harus menggandeng Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan mina padi di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar target mina padi seluas 4 juta ha bisa segera tercapai.

Tercatat, KKP menargetkan luasan mina padi sampai tahun 2015 seluas 1 juta ha. Pada tahun 2011, target areal lahan mina padi seluas 50 ribu ha, dengan produksi ikan 50 ribu ton. Pada 2012, areal lahan mina padi ditargetkan meningkat  mencapai 200 ribu ha dengan produksi ikan 200 ribu ton.

Sedangkan pada 2013 luas lahan mina padi ditargetkan 250 ribu ha hektar dengan produksi ikan  250 ribu ton. Untuk tahun 2014 dan 2015 luas lahan mina padi masing-masing 250 ribu ton dengan produksi ikan masing-masing 250 ribu ton.

Data Ditjen Perikanan Budidaya menyebutkan, produksi ikan yang dihasilkan melalui sistem mina padi sepanjang tahun 2015 sebanyak 219.403,80 ton. Dari jumlah itu sebanyak 72.020,21 ton berupa ikan mas, 38.633,04 ton ikan nila dan 1.468,52 ikan nilem. Sedangkan mina padi yang dikembangkan pada tahun 2015  terdapat di 25 kawasan.  Idt/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018