Monday, 12 October 2026


Hari Krida Pertanian 2016, Kementan Jamin Ketersediaan Pangan

22 Jun 2016, 09:10 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

 

Menyambut Hari Krida Pertanian ke-44 pada tahun 2016, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk bisa meningkatkan jaminan ketersediaan pangan dan pengendalian harga.

“Kita berupaya menjamin ketersediaan pangan dengan menjaga kestabilan baik ketersediaan maupun harga,” kata  Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono usai Upacara Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-44 bertema “Dengan Semangat Hari Krida Pertanian, Kita Tingkatkan Jaminan Ketersediaan Pangan dan Pengendalian Harga”.

 Hari Krida Pertanian adalah hari besar bagi pertanian yang diadakan setahun sekali di Indonesia. Hari ini diperingati oleh tokoh-tokoh pertanian, peternakan, para pegawai dan pengusaha di dalam pertanian dan perkebunan pada tanggal 21 Juni. Tujuan diambilnya tanggal 21 Juni ini mempunyai latar belakang teknis pertanian. Pertama,  ditinjau dari sisi astronomis, pada tanggal 21 Juni adalah posisi di saat matahari memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, berada pada garis Balik Utara (23 ½° LU), pada saat itu keadaan proses produksi tanaman berakhir dan akan dimulai untuk persiapan produksi selanjutnya sehingga para petani akan menyatakan syukur atas panen raya.

Kedua, berdasarkan sistem pembagian musim yang disebut Pranata Mangsa, yaitu suatu sistem pembagian musim (12 musim) yang diuraikan secara lengkap meliputi hujan, angin, serangga, penyakit unggas, dan lain sebagainya. Sehingga tanggal 21 Juni dianggap sebagai permulaan musim dan masa yang baik untuk penanaman kembali.

“Maka, bisa juga di hari ini, dianggap sebagai hari bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbangga hati sejenak. Seraya melakukan reboisasi, memeperbaiki irigasi, dan lain-lain.   Hari Krida Pertanian merupakan hari penghargaan kepada orang, keluarga dan masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di sektor pertanian,” tambah Sekjen Kementan.

 

Motivasi Petani

“Fenomena gejolak harga yang sering  terjadi, termasuk pada saat Ramadhan dan Lebaran, bisa mempengaruhi semanagat petani. Dengan semangat Hari Krida Pertanian ini, kita berharap bahwa petani tetap termotivasi untuk selalu bertanam dan bertani walaupun gejolak harga tidak menentu,” ujarnya.

Hari memaparkan solusi jangka pendek yang dilakukan untuk mengurai fenomena tersebut yakni ; membangun komitmen produsen terbesar minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam untuk berpatisipasi menurunkan harga dan menggelar bazar pangan dan lainnya; melakukan pemetakan sentra produksi yang siap panen Juni-Juni 2016, produk petani dibeli dan langsung dikirim ke konsumen dengan melibatkan Bulog, Toko Tani Indonesia (TTI), Koperasi Pasar, Pusko TNI dan Polri, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan); melakukan pengendalian harga di tingkat konsumen melalui bazar pangan murah secara besar-besaran.

Sedangkan untuk solusi jangka menengah dan panjang yaitu dengan memperpendek rantai pasok dan membentuk struktur pasar baru sehingga petani menikmati profit dan konsumen akan senang. Hal ini merupakan langkah tindaklanjuut sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam menetapkan strategi kebijakan stabilisasi harga pangan harus berimbang demi menyejahterakan petani, pedagang dan masyarakat sebagai konsumen. Tia

 

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018