Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) guna pengembangan dan pemanfaatan data serta informasi penginderaan jauh satelit untuk pembangunan pertanian. MoU ini ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementan, Hari Priyono dengan Sekretaris Utama Lapan, Ignatius Loyola Arisdiyo di Jakarta, pekan lalu.
“Kerjasama ini guna mendukung pembangunan pertanian melalui upaya perbaikan kualitas data pangan,” kata Hari saat memberikan arahan dalam penandatanganan MoU.
Hari Priyono mengatakan, MoU dengan Lapan ini untuk mengatasi permasalahan data yang sering sekali diragukan berbagai pihak. Selama ini adanya perbedaan data membuat kepercayaan antar lembaga menjadi goyah, sehingga sulit untuk menetapkan kebijakan.
“Kita ini negara kepulauan, masalah konektivitas menjadi hal yang paling vital. Berbeda dengan negara yang non kepulauan yang sangat mudah menjalin konektivitas. Makanya selama ini distribusi tidak merata karena masalah konektivitas yang masih lemah,” tuturnya.
Data Lapan yang digunakan untuk mendukung perbaikan data pangan berupa citra satelit. Yaitu CitraIkonos, GeoEye, QuickBird, WorldView-1, WorldView-2, dan Pleides digunakan untuk pemetaan lahan pertanian sawah, perkebunan, hortikultura maupun pemetaan infrastruktur jaringan irigasi, jalan usaha tani dan lainnya.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066