Indonesia merupakan salah satu negara produsen beras utama di dunia. Mengingat jumlah penduduk yang besar, maka hampir seluruh produksi digunakan untuk kebutuhan konsumsi beras dalam negeri. Kebutuhan pangan ke depan semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.
Guna mengevaluasi capaian pembangunan, merancang kebijakan dan program serta pengambilan keputusan pangan secara cepat, perlu didukung dengan data dan informasi yang lengkap, cepat dan akurat.
Dukungan data produksi pangan yang ada saat ini masih dominan berupa data tabular, seperti: luas baku lahan, luas tanam dan panen padi yang mengandalkan pencatatan dari mantri tani berdasarkan sampling maupun survei. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, maka pengelolaan data tabular manual sudah saatnya diganti dengan berbasis elektronik dan online.
Satu solusi perbaikan akurasi data produksi pangan adalah pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dengan citra satelit (remote sensing). Arahan Wakil Presiden dalam Rapat Terbatas tentang kecukupan stok pangan awal tahun 2015 menekankan pemanfaatan data citra Landsat untuk memonitoring dan menghitung luas tanam, panen dan produksi padi.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) sejak Oktober 2015 sampai kini intensif bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengembangkan pemanfaatan citra Landsat8 guna memonitor sebaran dan luas fase pertanaman padi.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066