Jumat, 12 Juli 2024


Benih Impor Diawasi Ketat

27 Jan 2014, 12:57 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan mengawasi secara ketat pemasukan benih impor. Sebab benih tersebut dikhawatirkan membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang berbahaya bagi tumbuhan di dalam negeri.

Seperti diketahui hingga kini masih banyak benih, baik tanaman pangan maupun hortikultura yang harus diimpor guna menutupi kebutuhan benih di dalam negeri. Namun dari berbagai kasus pemasukan benih impor tersebut ternyata tidak semua aman bagi tumbuhan di dalam negeri.

Dari hasil penelitian banyak penyakit tumbuhan yang menyebar di dalam negeri berasal dari benih impor. Karena itu, Karantina Pertanian akan mengawasi dengan ketat pemasukan benih impor tersebut.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dukungan benih unggul. Namun ada beberapa komoditi yang benihnya masih harus diimpor.

“Sampai kini masih ada importasi benih seperti padi, jagung dan komoditi hortikultura, termasuk bibit-bibit sapi perah," kata Banun saat Rapat Kerja Nasional, “Penguatan Reformasi Birokrasi Menuju Badan Karantina Pertanian yang Tangguh dan Terpercaya.”

Banun mengaku, pihaknya berkewajiban menjaga lalu lintas ekspor dan impor dengan pengawalan yang ketat. Selama 2013 Barantan berhasil mencegah masuk dan menyebarnya OPTK dan Hama Pengganggu Hewan Karantina (HPHK) sebanyak lima jenis OPTK pada 14 jenis media pembawa, khususnya benih tanaman.

"Bayangkan kalau penyakit itu terbawa di dalam benih itu, bisa merusak seluruh pertanaman di Indonesia. Tahun lalu, kami menangkal lima penyakit yang sangat berbahaya,” katanya.

Tiga dari lima jenis OPTK tersebut ditemukan pada media pembawa berupa benih padi. Jika OPTK tersebut tidak tertangkal, maka bisa membuat seluruh pertanaman padi di sentra padi akan rusak. “Dua OPTK tersebut terbawa pada benih jagung,” ujarnya.

Adapun OPTK-OPTK yang berhasil digagalkan selama 2013 tersebut adalah Burkholderia glumae, media pembawanya yakni benih padi asal Filipina dan Cina. Panthoea stewartii media pembawa berupa benih jagung asal Thailand. Pseudomonas syringae pv. Sryingae media pembawanya benih lectuce, chaisin, barley, jagung asal Cina, Selandia Baru, Jerman dan Thailand.

Sedangkan OPTK selain komoditas pangan yaitu Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis media pembawanya adalah benih cabe asal Thailand. Terakhir Rhodococcus fascians media pembawa benih petunia asal Jepang. Tia

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018