Sunday, 29 November 2020


Kementan-TNI Perkuat Sinergi

24 Jan 2017, 10:06 WIBEditor : Julianto

Untuk mendukung program pemerintah mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal peningkatan produksi komoditas pertanian. Dalam beberapa tahun, peran TNI telah menunjukkan dampak positif bagi pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, selama pemerintahan Jokowi-JK, kemajuan pertanian tidak lepas dari bantuan TNI, khususnya Babinsa. “Saya sangat mengapresiasi bantuan dari TNI, khususnya dari Babinsa yang sudah terjun ke persawahan,” katanya saat Rapim TNI Tahun Anggaran 2017 di Gedung Gatot Subroto, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berkat sinergi tersebut, Amran mengakui, dari 14 komoditas yang diprioritaskan, 13 komoditas produksinya naik, hanya kedelai yang turun. Semua ini tercapai karena pemerintah bersama-sama TNI dan Polri bergandengan tangan dengan petani untuk mendukung itu semua.

Dengan meningkatkan sinergi Amran berharap, paling lambat tahun 2018 bangsa Indonesia sudah swasembada jagung, setelah berhasil mencapai swasembada beras tahun 2016. “Sekian puluh tahun kita impor dari Argentina, Belgia dengan Amerika. Tahun ini impor kita (jagung,red) turun 66%. Itu capaian tertinggi sepanjang sejarah republik ini,” ujarnya.

Dalam paparan di depan petinggi TNI, Amran menyampaikan capaian program Kementerian Pertanian. Di antaranya, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 180.000 unit atau naik 2.000% sebelum pemerintahan Jokowi-JK, pemberian asuransi pertanian untuk melindungi petani, revitalisasi jaringan irigasi, bantuan pupuk dan benih gratis.

Menurut Amran, program asuransi merupakan bentuk upaya pemerintah melindungi petani dari gagal panen akibat banjir, kekeringan atau serangan hama dan penyakit. Dalam program tersebut, petani yang gagal panen akan mendapat ganti Rp 6 juta/ha. Sementara petani hanya membayar premi Rp 36 ribu/ha. “Untuk program asurani pertanian, pemerintah bekerjasama dengan Jasindo supaya petani tidak menunggu terlalu lama setelah gagal,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Amran mengungkapkan, Kementan juga bekerjasama dengan kementerian lain dalam membangun wilayah perbatasan. Dari hasil kunjungan ke perbatasan, salah satunya di Kepulauan Riau (Kepri), ternyata potensi pengembangan pertanian cukup besar, bahkan terbuka peluang ekspor.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018