Monday, 16 March 2026


Nikmatnya Makan Bandeng ala Fania Food

22 Jan 2016, 10:06 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Miris. Mungkin itu kata yang tepat menggambarkan melimpahnya sumberdaya perikanan, tapi minimnya konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Dengan latar belakang itulah, Fania Food coba mengolah produk perikanan menjadi makanan yang disukai.

Fania Food adalah usaha UKM industri pangan olahan berbahan baku ikan bandeng yang dikembangkan Hani Kusdaryanti. Berlokasi di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, mengandung protein dan omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. Ikan juga rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi siapa saja.

Usaha yang dikembangkan Hani karena dirinya melihat melimpahnya ikan di Indonesia tidak dibarengi dengan tingginya konsumsi ikan, khususnya di Yogyakarta. Faktornya bisa jadi, karena cita rasa dan bentuk ikan kurang menarik.

Hal tersebut mendorong minat Hani menciptakan olahan ikan dengan berbagai cita rasa dan bentuk yang menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Harapannya agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, memiliki kecerdasan yang tinggi, serta daya tahan tubuh yang kuat.

Usahanya dimulai Juni 2008 dengan bahan baku ikan bandeng sebanyak 3 kg. Lalu diolah menjadi otak-otak bandeng yang dalam proses pembuatannya dibantu pembantu rumah tangga. “Dengan modal seadanya dan nekat, saya berkeliling menawarkan produk dari rumah ke rumah, teman-teman kantor serta dari toko oleh-oleh satu ke yang lain,” katanya.

Dia mengakui, awal usaha tersebut sangat jauh dari kata untung. Banyak produk yang tidak laku yang terpaksa dibuang karena tidak layak konsumsi. Hal ini karena produknya tanpa bahan pengawet. Namun Fania Food berkomitmen untuk mengolah produk sehat tanpa pengawet.

Usaha Hani mulai ada titik terang setelah mengubah sistem pemasaran dengan menggunakan sistem keagenan. Dengan berjalannya waktu, industri olahan ikannya tersebut terus berkembang. Bahkan makin dikenal dan dapat diterima masyarakat.

Bahkan pada 2010, Hani mampu membeli rumah untuk produksi yang terpisah dengan rumah tinggal. Untuk membantu usahanya, Hani memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah produksi bergabung dalam Tim Fania Food, sehingga dapat membantu ekonomi keluarga mereka.

Saat ini bahan baku ikan bandeng telah mencapai 100-250 kg/hari. Menurut Hani, bahan baku ikan bandeng mudah didapat dan tersedia sepanjang waktu. Apalagi dia sudah meneken kontrak kerjasama dengan petani tambak bandeng yang tergabung dalam cluster bandeng di daerah Juwana dan Semarang.

Hasil pengolahan ikan tersebut saat ini telah mencapai 18 jenis olahan makanan beku (frozen Food) yaitu otak-otak bandeng, bandeng duri lunak, nuget ikan, kaki naga, stik cumi, stik udang, sate nuget udang, sosis ikan, bakso ikan, bakwan ikan, otak-otak ikan, nuget bandeng dan enam jenis olahan makanan kering (Crunchy Food).

Produk olahan Fania Food telah memiliki sertifikat produk pangan industri rumah tangga (P-IRT) dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sertifikat kelayakan pengolahan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, Sertifikat halal dari LPPOM MUI DIY. Selain itu, Ijin Gangguan Usaha dari pemerintah Kota Yogyakarta, dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Mikro dari Dinas Perijinan Kota Yogyakarta, Tanda Daftar Industri dari Dinas Perijinan Kota Yogyakarta.

Keunggulan produk Fania Food adalah menggunakan bahan baku ikan yang berkualitas tinggi (melalui proses sortir). “Dalam proses pengolahan, kami juga melakukan dengan higienis melalui metoda dan cara penanganan limbah yang baik,” kata Hani. Tia/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018