Tiba menjelang siang hari selepas panen raya di Kecamatan Percut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman datang ke Pajak (Pasar) Central yang terletak di jantung kota Medan.
Ada dua komoditi yang menjadi perhatian Mentan yakni bawang merah dan beras. Mentan pun mendapati variasi harga dari kedua komoditas tersebut.
Terdapat 4 variasi harga bawang merah yakni Rp 13 ribu, 17 ribu, 34 ribu hingga 38 ribu untuk ukuran 1 kilogramnya. Harga ini tergolong rendah dibandingkan dengan harga di Jakarta yang masih bertengger di harga Rp 50 ribu/kg di pasar tradisional.
Variasi harga ini terjadi karena jenisnya yang berbeda. Menurut penuturan pedagang di Pajak Central, bawang yang paling mahal berasal dari Simalungun.
Untuk beras, Mentan melihat harga beras bervariasi mulai dari Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogramnya. "Ada pula beras yang broken (patah) yang dihargai Rp 7 ribu hingga 8 ribu per kilogramnya," ungkapnya.
Mentan juga memaparkan sebagian besar jenis beras yang ditanam dan dihasilkan petani Sumatera Utara adalah jenis IR 64 yang terbaik. Namun ketika masuk ke tempat penggilingan, beras tersebut mengalami patah karena proses.
Jenis beras broken ini pun bervariasi dan dikenal dengan nama broken 5%, broken 10% dan broken 15%. "Kenapa harganya berbeda? Padahal kandungan karbohidrat dari kesemua jenis beras tersebut sama saja," ungkap Mentan.
Di Provinsi Sumatera Utara khususnya kota Medan, Pusat Pasar (juga dikenal dengan nama Pajak Central) adalah sebuah pasar besar yang terletak di Pusat Pasar, Medan Kota, Kota Medan, Indonesia. Gedung Pusat Pasar pada masa kini terhubung dengan gedung Medan Mall, sebuah pusat perbelanjaan modern. Gsh
Editor : Ahmad Soim